Berita

chappy hakim

TRAGEDI QZ8501

Marsekal Chappy Hakim: Singapura Belum Tentu Selalu Benar

MINGGU, 04 JANUARI 2015 | 08:23 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kontroversi mengenai penerbangan liar yang dilakukan AirAsia QZ8501 pada Minggu pagi  (28/12) bertambah kompleks setelah Otoritas Penerbangan Sipil Singapura (CAAS) mengatakan mereka memberikan izin kepada pesawat itu untuk mendarat di Bandara Changi, Singapura.

Penjelasan CAAS ini seperti dikutip dari Straits Times tadi malam (Sabtu, 3/1) diberikan sebagai respon terhadap keputusan Kementerian Perhuungan Indonesia membekukan untuk sementara penerbangan AirAsia rute Surabaya-Singapura. Pihak Indonesia ternyata tidak memberikan izin penerbangan kepada AirAsia QZ8501 di hari naas itu.

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Chappy Hakim dalam dua twit terakhirnya pagi ini (Minggu, 4/1) dengan tegas mengatakan bahwa Singapura belum tentu selalu benar.


"Selamat pagi semua! Semoga masalah besar penerbangan kita dapat cepat dibenahi! (Singapura? belum tentu selalu benar. Ingat ini bisnis)," tulisnya sekitar dua jam sebelum tulisan ini dilaporkan.

Penerima penghargaan Bintang Emas dari Kantor Berita Politik itu juga mengatakan, salah satu penerbangan tidak berizin alias liar di wilayah udara kedaulatan RI tahun lalu berangkat dari Singapura.

Chappy Hakim mendukung tindakan tegas Kementerian Perhubungan Indonesia terhadap maskapa yang terbukti bermain-main dengan aturan.

"Saya percaya dan juga penuh harapan Menhub akan tegas tidak hanya kepada AirAsia tetapi juga maskapai lain. Banyak pelanggaran Pak. Tindak!" demikian Chapy Hakim sekitar delapan jam lalu. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya