Berita

dudi sudibyo/mnc

Politik

QZ8501 Mungkin Berhasil Mendarat Darurat di Laut, Tapi Dihantam Gelombang Besar Hingga Karam

KAMIS, 01 JANUARI 2015 | 22:20 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Salah satu pertanyaan penting yang mengiringi kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 adalah mengapa emergency locator transmitter atau ELT tidak berfungsi sebagaimana biasa ketika pesawat mengalami kecelakaan.

Seorang analis dari Indonesia, wartawan spesialis penerbangan Dudi Sudibyo memperkirakan hal itu terjadi karena pesawat tidak mengalami kerusakan struktur seperti yang dibayangkan.

"Analisa saya, ELT tidak berfungsi karena tidak ada benturan besar dalam pendaratan darurat," ujarnya seperti dikutip dari Malaysian Insider.


Dari sudut pandang ini, pilot QZ8501, Kapten Iriyanto yang pernah menjadi penerbang di TNI Angkatan Udara, kemungkinan besar berhasil mendarat darurat di atas laut.

Mantan Kepala Staf TNI AU Chappy Hakim juga menyimpulkan, pesawat tidak meledak di udara. Juga tidak mengalami kerusakan serius saat mendarat di atas permukaan air.

Adapun mantan Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal yang kini merupakan salah seorang komisaris PT Garuda Indonesia mengatakan, penemuan pintu darurat memperlihatkan indikasi bahwa ada yang membukanya.

Kemungkinan sekali di saat awak pesawat mempersiapkan peralatan yang dapat digunakan penumpang untuk keluar, pesawat dihantam oleh gelombang besar, dan kemudian karam.

Terlepas dari teori ini, Dudi Sudibyo mengatakan, penjelasan paling detil hanya bisa didapatkan dari kotak hitam. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya