Berita

HARGA BARU BBM

Ekonom Senior: Konsumen BBM Premium Mensubsidi Pemerintah

KAMIS, 01 JANUARI 2015 | 21:04 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Dengan menetapkan harga baru BBM jenis premium Rp 7.600 per liter, pemerintah mendapatkan keuntungan sekitar Rp 200 hingga Rp 300 per liter.

Ini artinya, golongan ekonomi menengah dan bawah yang banyak menggunakan BBM jenis itu secara tidak langsung mensubsidi pemerintah sehingga dapat melaksanakan pembangunan infrastruktur.

Demikian dikatakan ekonom senior yang pernah menjadi Menteri Perokonomian dan Menteri Keuangan DR. Rizal Ramli, hari ini (Kamis, 1/1).


Untuk menciptakan efek keadilan, semestinya konsumen golongan menengah ke atas yang banyak menggunakan Pertamax dan Pertamax Plus harus ikut memberikan kontribusi. Carangan dengan melalui pajak BBM.

Salah satu esensi dari ekonomi konstitusi adalah prinsip burden and benefit sharingatau shared economy. Artinya beban ekonomi ditanggung bersama sesuai kemampuan; yang lebih mampu membayar lebih mahal, yang tidak mampu dilindungi atau membayar lebih sedikit,” kata Rizal Ramli yang kini adalah salah seorang ekonom penasihat PBB.

Pengabaian terhadap prinsip cost sharing dan shared economy”, sebut mantan Kepala Badan Urusan Logistik ini, adalah salah satu ciri ekonomi liberal.

Para pendukung ekonomi liberal ini anti pada prinsip subsidi silang dan hanya mengandalkan hitungan finansial, mengabaikan dampak sosial dan ekonomis. Mereka tidak memahami bahwa finansial hanya sub-sistem dari hitungan ekonomis,” ujar dia lagi.

Rizal Ramli mengingatkan, bahwa jumlah golongan ekonomi menengah ke bawah  cukup besar, yakni sekitar 86 juta pengendara sepeda motor, tiga juta angkot dan 2,2 juta nelayan.

Mereka inilah yang diharuskan membayar lebih mahal. Sementara golongan menengah ke atas tidak mengalami kenaikan harga,” demikian Rizal Ramli. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya