Berita

ilustrasi/net

Politik

HARGA BARU BBM

Terbukti, Pejabat Asal Jeplak Selama Ini Pengaruhi Jokowi

KAMIS, 01 JANUARI 2015 | 15:45 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Walau dinilai perubahan harga BBM jenis premium yang berlaku hari ini (Kamis, 1/1) dinilai sudah tepat, namun masih ada ganjalan berkaitan dengan kenaikan harga BBM yang diberlakukan pemerintah pada tanggal 18 November 2014 lalu.

Pada pertengahan November itu harga BBM jenis premium yang disubsidi dinaikkan dari Rp 6.500 per liter menjadi Rp 8.500 per liter. Sementara harga baru jenis premium kini adalah Rp 7.600 per liter.

Melihat dari fluktuasi harga eceran ini, banyak yang menilai bahwa sebenarnya harga BBM jenis prerium tidak diturunkan. Hanya saja, besaran kenaikan atau selisih dari harga sebelum 18 November 2014, yang dikurangi, dari Rp 2.000 per liter menjadi Rp 900 per liter.


Mengapa pemerintah menaikkan harga BBM pada pertengahan November 2014 lalu?

Menurut hemat mantan Menko Perekonomian dan Menteri Keuangan DR Rizal Ramli hal ini terjadi karena selama ini Presiden Joko Widodo dipengaruhi oleh kelompok pejabat yang  asal jeplak atau asal ngomong.

Kenaikan harga BBM sebesar Rp 2.000 (bulan November 2014) sangat kesusu dengan argumen asal-asalan karena pejabat asal Jeplak dan pokoke BBM naik,” kata penasihat PBB itu.

Selama ini Presiden Jokowi terlalu percaya dengan saran PAJ (pejabat asal jeplak),” sambung Rizal Ramli.

Rizal Ramli dan kelompok ekonom kerakyatan sebetulnya sudah berusaha sekuat mungkin untuk mencegah kenaikan harga BBM pada bulan November 2014. Namun usul dan pertimbangan mereka dimentahkan oleh kelompok ekonom pro pasar yang berada di sekitar Jokowi. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya