Berita

Low Cost Green Car (LCGC)

MTI Kecewa Mobil Murah Nyedot BBM

Jokowi Ditantang Hapus Proyek LCGC
MINGGU, 28 DESEMBER 2014 | 09:59 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Program mobil murah atau Low Cost Green Car (LCGC) dinilai tidak menguntungkan ma­syarakat banyak. Selain menga­kibatkan kemacetan di jalan, program tersebut membuat kon­sumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) masyarakat tidak terken­dali dan bertentangan dengan program pemerintah membangun moda transportasi umum.

Pengamat Transportasi dari Masyarakat Transportasi Indone­sia (MTI), Djoko Setijowarno, meminta Presiden Jokowi untuk menghapus program mobil LCGC. Alasannya, program mobil murah tersebut adalah program yang tidak berguna warisan era Presi­den SBY. Program LCGC ter­gan­tung komitmen pemerintah, kalau pemerintah seperti zaman SBY sama saja pembohongan,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Djoko berharap Jokowi akan menepati janjinya pada saat menjabat jadi Gubernur DKI Jakarta. Jadi saya kira Pak Jo­kowi masih komitmen, waktu ja­di gubernur dukung menghapus mobil LCGC,” katanya.


Dia melihat komitmen presi­den Jokowi bisa batal jika men­da­pat intervensi di dalam tubuh peme­rintah. Djoko menduga Wa­kil Pre­siden Jusuf Kalla bisa mem­pe­ngaruhi keputusan Presi­den Jo­kowi untuk tidak membu­barkan program mobil murah. Saya ya­kin Pak Jokowi akan menghapus LCGC, asal nggak terpengaruh wa­kilnya,” im­buhnya.

Dia menerangkan, realisasi program mobil LCGC membuat konsumsi BBM naik drastis. Se­lain itu, mobil LCGC yang di­klaim ramah lingkungan ternyata berdampak menambah polusi udara kota. LCGC program bo­hong-bohongan, apanya yang mu­rah, nggak ada ramah ling­kungan,” tandasnya. ***

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

Sekjen PBB Kecewa AS Keluar dari 66 Organisasi Internasional

Jumat, 09 Januari 2026 | 16:15

Gus Yaqut Tersangka Kuota Haji, PKB: Walau Lambat, Negara Akhirnya Hadir

Jumat, 09 Januari 2026 | 16:15

Gus Yahya Tak Mau Ikut Campur Kasus Yaqut

Jumat, 09 Januari 2026 | 16:03

TCL Pamer Inovasi Teknologi Visual di CES 2026

Jumat, 09 Januari 2026 | 15:56

Orang Dekat Benarkan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Ngadep Jokowi di Solo

Jumat, 09 Januari 2026 | 15:47

KPK Sudah Kirim Pemberitahuan Penetapan Tersangka ke Yaqut Cholil dan Gus Alex

Jumat, 09 Januari 2026 | 15:24

Komisi VIII DPR: Pelunasan BPIH 2026 Sudah 100 Persen, Tak Ada yang Tertunda

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:56

37 WNI di Venezuela Dipastikan Aman, Kemlu Siapkan Rencana Kontigensi

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:45

Pilkada Lewat DPRD Bisa Merembet Presiden Dipilih DPR RI

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:40

PP Pemuda Muhammadiyah Tak Terlibat Laporkan Pandji Pragiwaksono

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:26

Selengkapnya