Berita

PBNU Tagih Janji Jokowi, Beri Lahan Pertanian ke Petani Miskin

JUMAT, 26 DESEMBER 2014 | 20:49 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Dalam pertemuan dengan Joko Widodo pada Rabu lalu, PBNU menyampaikan ke Presiden RI tersebut bahwa sektor pertanian sudah tidak mungkin lagi mengandalkan apa yang ada di Jawa.

"Peluang besar meningkatkan volume sawah ada di luar Jawa, salah satunya dengan memberikan lahan kepada petani miskin,” jelas Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Muhammad Sulton Fatoni dalam keterangan persnya, Jumat (26/12).

Sulton menambahkan, dorongan tersebut sekaligus mengingatkan bahwa pemberian lahan pertanian ke petani miskin adalah janji Jokowi dalam kampanye pemilihan presiden lalu.


Dan itu sejalan dengan salah satu rekomendasi Muktamar NU. Bukan reformasi agraria, tapi pemberian lahan pertanian secara gratis ke petani miskin,” tambahnya.
 
Dalam upaya pengentasan kemiskinan, masih kata Sulton, PBNU juga mendorong Jokowi untuk mengurangi bantuan sosial langsung dan menggantinya dengan program padat karya. Dikatakannya, padat karya pernah menuai sukses di era Orde Baru dan pemerintahan saat ini tak perlu ragu untuk menjalankannya kembali.
 
Kelebihan padat karya adalah tidak terpengaruh dengan keharusan update jumlah masyarakat miskin. Padat karya terbukti pernah sukses menyasar masyarakat miskin dengan tepat, pemerintahan sekarang bisa menjalankannya kembali,” urai Sulton.
 
Presiden Jokowi ke PBNU didampingi 3 menteri dari Kabinet Indonesia Kerja, yaitu Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan Sekretaris Kabinet Andi Wijayanto. Kunjungan tersebut dimaksudkan permintaan dukungan dan masukan ke ulama terkait rencana Pemerintah melaksanakan hukuman mati ke pelaku kejahatan berat, serta upaya mengatasi terorisme dan ekstrimisme.  [zul]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

UPDATE

KPK Tidak Ragu Tetapkan Yaqut Cholil Tersangka

Kamis, 08 Januari 2026 | 20:04

KPK Ultimatum Kader PDIP Nyumarno Hadiri Pemeriksaan

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:47

Wanita Ditembak Mati Agen ICE, Protes Meluas

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:43

Pimpinan DPRD Kabupaten Bekasi Aria Dwi Nugraha Dicecar soal Aliran Uang Suap

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:31

Kader PDIP Nyumarno Mangkir dari Panggilan KPK

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:25

Akademisi UGM Dorong Penguatan Mata Kuliah Ekonomika Koperasi

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:19

Arab Saudi Klaim Pemimpin Separatis Yaman Selatan Melarikan Diri Lewat Somaliland

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:15

Presiden Prabowo Beri Penghargaan Ketua Umum GP Ansor

Kamis, 08 Januari 2026 | 18:50

Istri Wawalkot Bandung Menangis di Sidang Praperadilan

Kamis, 08 Januari 2026 | 18:45

Rizki Juniansyah Ngaku Tak Tahu Bakal Naik Pangkat Jadi Kapten TNI

Kamis, 08 Januari 2026 | 18:32

Selengkapnya