Berita

sejumlah orang menaburkan bunga tanda berduka atas tragedi penyerangan di peshawar yang menyebabkan lebih dari 130 anak sekolah tewa/net

Dunia

Moratorium Dicabut Pasca Tragadi Peshawar, Dua Teroris Dihukum Gantung

SABTU, 20 DESEMBER 2014 | 13:24 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Dua militan yang telah dijatuhkan hukuman mati dalam kasus terorisme akhirnya menjalani hukuman gantung di sebuah penjara di Provinsi Punjab, Pakistan, pada Jumat (19/12).

"Dua militan yakni Aqeel alias Dr Usman dan Arshad Mehmood telah digantung di penjara Faisalabad pada pukul 09.00 (waktu setempat)," kata Menteri Dalam Negeri Provinsi Punjab, Shuja Khanzada, seperti dilansir media nasional Pakistan, Dawn.

Aqeel diketahui merupakan pemimpin cabang kelompok militan Tehrik-e-Taliban Pakistan di Punjab. Ia terbukti telibat dalam serangan terhadap pasukan militer Sri Lanka di Lahore pada Maret 2009 lalu.


Sedangkan, Arshad Mehmood merupakan dalang dari kasus serangan terhadap markas militer pada bulan Oktober 2009 lalu. Ia juga diyakini terlibat dalam serangan terhadap mantan Presiden Pervez Musharraf pada Desember 2003 kendati Musharraf selamat tanpa cedera dalam serangan itu.

Sebenarnya, pemerintah Pakistan telah memutuskan untuk mencabut hukuman mati bagi para pelaku kejahatan melalui moratorium tak resmi pada tahun 2008.

Namun, serangan brutal Taliban di sebuah sekolah di kota Peshawar 16 Desember lalu yang menewaskan setidaknya 145 orang termasuk 132 anak-anak  membuat pemerintah Pakistan bertindak tegas dan mengaktifkan kembali peraturan hukuman mati.

Kedua militan yang digantung diduga memiliki kaitan dengan serangan tersebut. [mel]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya