Berita

barack obama/net

Dunia

Obama Serukan Perdamaian di Sudan Selatan

SABTU, 13 DESEMBER 2014 | 12:03 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mendesak para pemimpin Sudan Selatan untuk mengakhiri konflik yang tidak masuk akal yang terjadi selama setahun terakhir.

"Hari ini, saya menghimbau para pemimpin Sudan Selatan untuk mengejar perdamaian sebagai cara untuk menghormati korban yang sudah tewas," kata Obama dalam sebuah pernyataan (12/12), tepat satu tahun letusan konflik berdarah yang telah menyebabkan ribuan orang tewas di negara Afrika, seperti diberitakan USA Today.

Obama meminta para pemimpin Sudan Selatan untuk mengakhiri siklus kekerasan, menyegerakan program reformasi dan rekonsiliasi, serta meminta pertanggungjawaban kepada mereka yang terlibat.


Besarnya krisis ini telah membawa kehancuran di kota-kota dan desa-desa. Karena itu, Obama meminta agar seluruh rakyat Sudan Selatan memperbaharui semangat harapan, kesatuan, dan ketabahan mereka.

"Demi generasi mendatang, saya mendorong Anda untuk membentuk rekonsiliasi damai daripada menciptakan konflik. Amerika Serikat akan tetap menjadi teman bagi Anda yang mencari perdamaian dan kemajuan, dan akan berdiri dengan rakyat Sudan Selatan," tegas Obama.

Konflik meletus di Sudan Selatan pada Desember 2013 lalu setelah beberapa bulan ketegangan politik antara Presiden Salva Kiir dan wakilnya Riek Machar. Padahal dua pemimpin itu sebelumnya sama-sama memimpin Sudan Peoples Liberation Army (SPLM) yang berjuang memisahkan diri dari Sudan.

Konflik ini membuka kembali perselisihan antar etnis, yaitu antara etnis Dinka yang mendukung Kiir melawan etnis Nuer yang mendukung Machar. Konflik berdarah bermula ketika Kiir mengerahkan tentara SPLM yang setia kepadanya untuk memerangi faksi SPLM yang berada di belakang Machar, dengan dalih menumpas kudeta.

Menurut laporan PBB, konflik ini telah mengakibatkan ribuan orang tewas dan lebih dari 1,8 juta orang mengungsi. [ald]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya