Berita

basuki tjahaja purnama/net

Persija Milik Perseorangan, Ahok Bingung

SELASA, 09 DESEMBER 2014 | 18:53 WIB | LAPORAN:

Salah satu keengganan Pemprov DKI membantu pendanaan Persija karena tak punya saham di klub sepakbola berjulukan Macan Kemayoran itu.

Padahal, instruksi pemerintah pusat menyebutkan bahwa seluruh klub sepakbola di Indonesia harus berbentuk Perusahaan Terbatas (PT). Sementara Persija hanya dimiliki perseorangan di bawah bendera PT Persija Jaya.

"Sekarang (Persija) minta sponsorship terus sama BUMD DKI, tapi kita nggak punya saham. Nggak bisa kelola, nggak bisa negur, nggak bisa ngapa-ngapain. Makanya saya suruh stop saja nggak usah bantu satu persen pun kalau gitu," ketus Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Balaikota, Jakarta Pusat, Selasa (9/12).


Alasan ini pula yang membuatnya heran saat Persija meminta dana bantuan hingga ratusan miliar rupiah ke Pemprov.

"Waktu membentuk PT kita nggak tahu, berapa sih membuat PT? bikin PT berapa juta? masa dijual berapa miliar?," ungkapnya, lebih lanjut.

Ia menyarankan, Persija ada baiknya meminta bantuan kepada pihak swasta jika mengalami kesulitan dana. Ahok pun protes jika Pemprov dianggap tak peduli terhadap nasib klub kebanggaan warga Jakarta tersebut.  

"Persija kan punya mereka (swasta) masa sih nggak ada goodwill-nya punya Pemprov? kan lucu, saya juga bingung, kalau Pemprov nggak boleh punya saham kita punya BUMD. Kenapa sih Persija dulu nggak dikuasai BUMD semua, orang Persija dulu punya kita kok. Kenapa dikasih perorangan gitu? bingung saya," terangnya.

Menurut dia, Pemprov harus tahu terlebih dahulu profil kepemilikan Persija sebelum dibeli sahamnya.

"Kok bisa Si A, Si B menguasai saham Persija. Emang mereka punya jasa apa dulu? bekas pelatih, bekas apa saja ya keluar duit, digaji gitu, udah banyak aneh-aneh di Jakartalah," pungkasnya.[wid]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya