Berita

ilustrasi

Pemuda Muhammadiyah: Koruptor harus Jadi Musuh Bersama

SELASA, 09 DESEMBER 2014 | 18:41 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Melawan watak korup harus menjadi agenda utama bagi Indonesia. Karena watak korup para politisi, pejabat negara yang selama ini membuat hak-hak ekonomi dan pelayanan publik rakyat terampas.

Makanya, PR paling penting dari agenda revolusi mental Presiden Jokowi sesungguhnya adalah melawan korupsi. Bila agenda ini tidak menjadi prioritas Jokowi, jangan berharap besar negeri ini bisa berubah.

Demikian disampaikan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak kepada RMOL terkait Hari Antikorupsi se-dunia yang jatuh hari ini Selasa (9/12).


Terkait hal itu, Dahnil menegaskan, Pemuda Muhammadiyah akan terlibat lebih massif dalam agenda melawan praktek dan watak korup di Indonesia. Perlawanan terhadap korupsi akan menjadi agenda dakwah amar makruf yang utama bagi Pemuda Muhammadiyah beberapa waktu ke depan.

"Kami mengajak semua elemen bangsa untuk mari berubah bersama-sama dengan menjadikan perlawanan terhadap korupsi sebagai ibadah fardhu ain," tegasnya.

Sejalan dengan itu, Pemuda Muhammadiyah berharap adanya amandemen UU Tipikor dengan mendorong penguatan terhadap KPK dan memperberat hukuman bagi pelaku korupsi. Karena koruptor adalah penjahat HAM di era modern.

"Mereka merampas hak-hak jutaan rakyat. Maka hukuman berat seperti hukuman seumur hidup perlu diterapkan. Saya mengajak kepada rakyat Indonesia, organisasi Islam dan berbagai elemen masyarakat lainnya menjadikan koruptor sebagai musuh bersama, mereka pantas mendapat sanksi sosial yang berat," tandasnya. [zul]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya