Presiden Maladewa, Abdulla Yameen, memerintahkan penutupan
kantor-kantor pemerintah. Penutupan terpaksa dilakukan karena saat ini negara itu tengah menghadapi kesulitan air bersih.
Sejak Kamis kemarin (4/12) krisis air bersih terjadi di Maladewa. Hal itu dikarenakan satu-satunya alat pengolahan air bersih rusak.Akibatnya, warga pun kekurangan bersih air untuk minum.
"Dua hari libur itu (Minggu dan Senin) diumumkan untuk meringankan
"Dua hari libur itu (Minggu dan Senin) diumumkan untuk meringankan
kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat karena kekurangan air saat ini
di ibukota yang padat penduduk," kata Yameen dalam sebuah pernyataan
pada Sabtu (6/12), seperti dikabarkan AFP.
Yameen juga mengimbau kepada warganya untuk tetap bersatu di tengah
usaha pemerintah untuk mengatasi krisis air ini. Imbauan itu disampaikannya berkaitan bentrok antarwarga terjadi akibat rebutan air bersih yang didistribusikan pemerintah secara ketat kepada warga Maladewa.
Atas krisis air bersih yang terjadi di negara tersebut banyak negara telah mengirimkan bantuan air bersih seperti India, Sri Langka, Tiongkok, dan Amerika Serikat. Bantuan dikirim ke Male, Ibukota Maladewa
.[dry]