Berita

ilustrasi, Tentara

Anak-anak Etnis Tionghoa Ditantang Masuk Tentara

Tak Hanya Gelutin Bisnis Keluarganya
JUMAT, 05 DESEMBER 2014 | 10:11 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pegiat dunia maya menyambut positif wacana etnis tionghoa mendaftar sebagai anggota tentara. Tweeps berharap tentara keturunan etnis tionghoa komitmen membantu menjaga kedaulatan Indonesia.

DI jejaring sosial Twitter, account @ipalawa menilai positif apabila et­nis tionghoa ingin masuk dan men­daftar menjadi anggota TNI. Menu­rutnya, etnis tionghoa sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari bangsa Indonesia. Mantaplah itu,” kicau­nya.

Account @m_ikwan berharap, et­nis tionghoa tidak malu dan minder men­daftar sebagai anggota TNI. Dia ya­kin, proses seleksi anggota TNI ti­dak mendeskriditkan etnis tertentu.


Patut dicoba, kalo mampu pasti di­terima,” katanya.

Account @sintax-error membe­ber­kan, sebenarnya ethis tionghoa su­dah ada yang masuk militer sete­lah kemerdekaan. Biasanya, kata dia, etnis ini ditempatkan bukan di lapangan.

Setelah era orba tahun 1965 eth­nis tionghoa mendapatkan diskri­mi­nasi dari pemerintah pada saat itu,” bebernya.

Account @macan123merah me­ne­gaskan, banyak etnis tionghoa yang memiliki jiwa nasionalis dan mi­litan, tetapi kebanyakan kuatir de­ngan diskriminasi karier. Kata dia, rea­litas saat ini suku dan agama men­jadi faktor yang dipertimbangkan un­tuk berkarier cemerlang.

Ayo buktikan dalam realitas se­hari-hari bahwa negara kita me­lin­dungi dan membela etnis Tiong­hoa,” ujarnya.

Account @ianpram pesimistis pe­merintah memberi peluang setara ke­pada etnis tionghoa menjadi ang­gota tentara. Menurutnya, kecil pe­lu­ang etnis minoritas ini menjadi ang­­gota angkatan perang dan kea­manan Indonesia.

Ah paling cuma omdo. Kenya­ta­annya di lapangan tidak seperti itu,” klaimnya.

Account @Tata Amara meminta, pe­merintah mensosialisasikan ke sis­wa di sekolah-sekolah yang ada et­nis tionghoa mendaftar menjadi pra­jurit perwira, bintara, dan tam­ta­ma.  Buktikan, kalau mereka dibe­ri­­kan kesempatan mendaftar jadi mi­liter dan tidak di diskriminasi,” katanya.

Account @  @christoforus_yona mengatakan, bagaimana etnis Tionghoa bisa membela negara Indonesia, jika pemerintah Indonesia sen­diri tidak melindungi etnis Tiong­hoa, memandang sebelah mata, ha­ram, dan seterusnya.

Ahok saja karena Chinese, masih ditentang dan ditolak sebagian warga Ja­karta. Apalagi kalau warga tiong­hoa menjadi tentara,” ketusnya.

Tweeps @ary_moto menduga, warga etnis tionghoa sekarang lebih tertarik menjadi pemain sepak bola, ketimbang menjadi tentara.

Mari masuk timnas sepakbola. Sa­ma-sama bela negara, tanpa milit­er,” kicaunya.

Tweeps @damanikiskandar ber­ke­lakar, anak remaja etnis tionghoa lebih cocok menjadi pengusaha me­neruskan usaha keluarga dibanding­kan menjadi anggota TNI.

Hahaha boro-boro pada mau, men­ding jadi pengusaha aja bro,” kicau­nya.

Tweeps @panduarsenio menim­pa­li, Mana mau masuk militer, da­gang handphone baru mau dah, ha­ha,” guyonnya.

Sampai saat ini warga Tionghoa dinilai takut untuk masuk ke dalam kemiliteran Indonesia. Untuk itu, ha­rus ada perubahan aturan kebijakan kesetaraan agar adanya perubahan.

Harus ada perubahan aturan kebi­jakan kesamaan kesataraan yang sa­ma di tingkat UU. Agar para warga Tiong­hoa ini tidak lagi minder,” ujar Pe­ngamat Militer LIPI Jaleswari Pramodharwardani.

Jaleswari berharap, warga Tiong­hoa merasa sama dengan warga ne­gara lainnya. Tidak ada perbedaan ji­­ka mereka masuk ke dalam dunia mi­liter Indonesia.

Jadi kontribusi ini cara kita lihat ke­bhinnekaan kita,” ujar Jaleswari.

Dilain pihak, Asintel Kodam Jaya, Sony Aprianto juga mengajak para war­ga Tionghoa untuk bergabung. Karena sampai saat ini warga Tiong­hoa hanya berada dalam posisi yang umum saja.

Jadi saya mengajak saudara kami lebih peran aktif lagi untuk ikut serta bela negara,” tutupnya. ***

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Ini Lima Kebutuhan Dasar yang Jadi Tantangan Jakarta Versi Fahira Idris

Minggu, 21 Juni 2026 | 04:21

Dari Modal Rp300 Ribu, IDEacraft Tembus Pasar Jateng Berkat Pemberdayaan BRI

Minggu, 21 Juni 2026 | 04:09

Islam, Sosialisme, dan Keindonesiaan: Jalan Perjuangan Kader SEMMI

Minggu, 21 Juni 2026 | 04:05

Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Masih Bisa Dilawan

Minggu, 21 Juni 2026 | 03:41

Harga Pertamax Cs Diprediksi Turun pada Juli 2026

Minggu, 21 Juni 2026 | 03:10

Pemprov DKI Perkuat Infrastruktur Sambut HUT ke-499

Minggu, 21 Juni 2026 | 03:04

Belanda Buka Asa Lolos 32 Besar Usai Gulung Swedia 5-1

Minggu, 21 Juni 2026 | 02:28

Kemendikdasmen Ditagih soal Putusan MK terkait Sekolah Swasta Gratis

Minggu, 21 Juni 2026 | 02:06

Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa Untungkan Kubu Jokowi secara Opini

Minggu, 21 Juni 2026 | 02:01

Aliansi BEM Persatuan Indonesia Dukung MBG, Ini Syaratnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 01:34

Selengkapnya