Berita

syarif hasan/net

KENAIKAN HARGA BBM

Syarif Hasan: Demokrat Belum Tertarik Gunakan Hak Interpelasi

RABU, 26 NOVEMBER 2014 | 09:53 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

. Partai Demokrat belum tertarik untuk menggunakan hak interpelasi terkait kenaikan BBM dan pelarangan kabinet kerja pemerintah Jokowi melakukan rapat ke DPR. Fraksi Partai Demokrat akan menggunakan hak bertanya terkait kebijakan Jokowi-JK.

Demikian disampaikan Ketua Harian Partai Demokrat, Syarief Hasan, kepada  . Pernyataan itu sekaligus meralat pernyataan yang telah di muat di media cetak dan online yang menyatakan membebaskan anggota dewan untuk melakukan interpelasi sesuai hati nuraninya masing-masing.

"Kita gunakan hak bertanya dulu karena itu tahapannya. Kita dengar jawabannya, kalau rasional sudah disitu. Kalau berasa kurang pas baru ketahapan berikutnya," katanya.


Menurut dia, pemerintah Jokowi-JK harusnya menggunakan kesempatan itu untuk menjelaskan beberapa kebijakan yang terlihat kontroversial kepada DPR.

"Anggota punya hak bertanya, jadi ada baiknya pemerintah menggunakan kesempatan itu, untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berkembang selama ini seperti salah satunya kenaikan bbm," katanya (Rabu, 26/11).

Syarief menambahkan saat ini Demokrat belum menggalang interpelasi. Pihaknya masih melihat perkembangan mengenai kebijakan tersebut. Untuk itu, Demokrat menunggu jawaban dari Jokowi.

"Kita lihat jawabannya pemerintah, kalau jawaban proporsional, sesuai dengan yang ditanyakan, enggak ada UU yang dilanggar, bisa dicukupkan," katanya.

Namun bila jawabannya tidak memuaskan dan cenderung tidak profesional, maka Demokrat akan menaikan status hak anggota dewan.

Kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM dianggap tidak tepat lantaran dilakukan saat harga minyak dunia di bawah asumsi rata-rata harga minyak APBN Perubahan 2014. Asumsi harga rata-rata minyak di APBN Perubahan dipatok 105 dolar AS per barel. Sedangkan, harga minyak dunia saat BBM naik berada pada kisaran 75 dolar AS per barel hingga 80 dolar AS per barel. [ysa]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Ketua MPR: Peternak Sejahtera, Indonesia Makmur

Sabtu, 25 April 2026 | 22:13

PPN Tiket Pesawat Ekonomi Ditanggung Pemerintah Selama 60 Hari

Sabtu, 25 April 2026 | 21:55

Wapres Gibran Tunjukan Komitmen untuk Indonesia Timur

Sabtu, 25 April 2026 | 21:48

Babak Baru Kasus Hukum Rismon, Dilaporkan Gara-gara Buku "Gibran End Game"

Sabtu, 25 April 2026 | 21:25

Pengusaha Warteg Keberatan Zulhas Beri Sinyal Minyakita Bakal Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:51

Bukan Soal PAN, Daya Beli juga Tertekan kalau Minyakita Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:36

Prof Septiana Dwiputrianti Dikukuhkan Guru Besar Politeknik STIA LAN Bandung

Sabtu, 25 April 2026 | 19:52

Modus Ganjal ATM Terbongkar, Empat Pelaku Dicokok

Sabtu, 25 April 2026 | 19:39

The Impossible Journey, Kisah Perjalanan AS Kobalen

Sabtu, 25 April 2026 | 18:44

Kawal Distribusi Living Cost, BPKH Pastikan Efisiensi Dana Haji 2026

Sabtu, 25 April 2026 | 18:24

Selengkapnya