Berita

Dunia

RESOLUSI HAM PBB

Korut Sebut AS Tak Tahu Malu

MINGGU, 23 NOVEMBER 2014 | 16:59 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Korea Utara tidak akan mentolerir tuduhan pelanggaran HAM yang diributkan Amerika Serikat (AS).

Pernyataan ini muncul setelah Komite Ketiga Majelis Umum PBB ke-69 pada Selasa lalu (18/11) yang meloloskan resolusi yang menyerukan
Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menyelidiki Korea Utara atas kejahatan kemanusiaan.

"Resolusi HAM yang dirancang oleh Uni Eropa dan Jepang tak tahu malu, bermotivasi politik lelucon. Tentara dan orang-orang kami tegas

"Resolusi HAM yang dirancang oleh Uni Eropa dan Jepang tak tahu malu, bermotivasi politik lelucon. Tentara dan orang-orang kami tegas
membantah dan menolak resolusi dari kekuatan musuh yang diprovokatori AS," kata Komisi Pertahanan Nasional Korut (NDC), dalam sebuah pernyataan hari ini (Minggu, 23/11), seperti dikabarkan Xinhua.

NDC juga memperingatkan, militer akan mengambil langkah terberat untuk menghancurkan kampanye hak asasi manusia yang menargetkan Korut, dan menunjuk AS, Jepang dan Korea Selatan sebagai target utama.

"Setelah perang pecah, tiga negara itu (AS, Jepang, dan Korea Selatan) akan sangat terpukul dan tenggelam ke dasar laut," ancam NDC.

Dalam pernyataan itu, NDC membeberkan kebaikan yang selama ini diberikan Korea Utara kepada AS.

Salah satunya, pembebasan tiga warga negara AS yang ditahan di negaranya atas dugaan tindakan mata-mata.

Meskipun belum habis masa tahanan, Korea Utara telah membebaskannya pada 9 November lalu.

"Itu telah menunjukkan kemurahan kemanusiaan kami kepada warga AS yang ditahan padahal telah melanggar hukum di Korea Utara, namun AS dalam menanggapinya dengan tendangan pelanggaran HAM terhadap kami," tambahnya.[dem]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Penjualan LCGC di Dealer Naik, Kiriman dari Pabrik Justru Turun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:09

Putin-Prabowo Dijadwalkan Bertemu di Rusia pada 3 September

Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:07

AHWA Pemilih Ketum PBNU Harus Bebas Konflik

Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:40

Gegara Polis Dibatalkan, MSIG Life Hadapi Gugatan Rp20 Miliar

Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:31

Kapolri Dorong Eks Anggota JI Jadi Mitra Polri Jaga Keutuhan NKRI

Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:04

Gus Hans Minta AHWA Pilih Ketum PBNU Tanpa Intervensi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:45

Indonesia Desak OKI Ambil Langkah Nyata Hadapi Kejahatan Israel

Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jadi Cara Kemensos Jemput Bola Putus Mata Rantai Kemiskinan

Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:17

Pasar Mobil Nasional Capai Setengah Juta Unit Pada Semester I 2026

Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:46

Korut Rombak Jajaran Militer, Kim Song Gi Ditunjuk Jadi Menhan Baru

Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:20

Selengkapnya