Berita

ilustrasi/net

Politik

Kelompok Mahasiswa Ini Dukung Kenaikan Harga BBM

SABTU, 22 NOVEMBER 2014 | 17:09 WIB | LAPORAN:

Kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar jenis premium dan solar mendapatkan penolakan dari sebagian besar mahasiswa di seluruh Indonesia karena menambah beban ekonomi rakyat miskin. Tapi berbeda dengan kelompok yang menamakan dirinya Aliansi Mahasiswa Republik Indonesia (AMRI).

Segelintir mahasiswa ini mendukung langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi). Koordinator AMRI, Sofyan Hadi, merasa pengalihan subsidi itu merupakan langkah tepat untuk memperbaiki hidup masyarakat miskin.

"Dengan adanya pembangunan infrastruktur, maka masyarakat yang berada di daerah tertinggal bisa menjalankan aktivitas berdagang lebih terjangkau dan tidak memakan biaya terlalu besar," kata Sofyan, dalam keterangan tertulis yang dikirimkan ke redaksi, Sabtu (22/11).


AMRI merupakan gabungan kelompok mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Diantaranya UIN Jakarta, STIE SEBI Tangsel, STI Filsafat, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Pamulang, dan STAI NU.

Sofyan bilang, kebijakan pemerintah menaikan harga BBM bukanlah hal pertama kali di negeri ini. Sejak era reformasi, pemerintah sudah sepuluh kali menaikankan harga BBM. Lagipula kini ada Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Keluarga Sejahtera yang dianggap mereka bisa menyelesaikan semua masalah kemiskinan.

"Pengalihan subsidi BBM kepada pembangunan infrastruktur adalah pilihan masa depan untuk menuju Indonesia hebat. Maka dalam pilihan ini pun pemerintah Jokowi tetap memperhatikan nasib rakyat kecil melalui KIP, KIS dan KKS sebagai kompensasi rakyat di masa-masa sulit," jelas dia.

Karenanya, tambah Sofyan, AMRI berkomitmen mengawal pemerintahan Jokowi-JK untuk segera merealisasikan pembangunan infrastruktur dan pemerataan keadilan di seluruh daerah Indonesia. [ald]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya