Berita

Politik

DPR Kecewa Rini Sumarno Larang Anak Buah RDP

JUMAT, 21 NOVEMBER 2014 | 21:58 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Menteri BUMN Rini Sumarno 'melarang' anak buahnya untuk menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) dengan DPR. Rini bahkan merasa perlu untuk meminta bantuan Setjen DPR agar tidak menerbitkan undangan rapat kepada para anak buahnya.

Kabar adanya larangan yang dikeluarkan Rini disampaikan pimpinan Komisi VI DPR.

"Kami sangat menyesalkan surat edaran yang ada di kabinet untuk melarang menteri-menterinya melakukan RDP dengan DPR RI. Sebab, ini pendidikan tidak sehat kepada negara ini," kata Ketua Komisi VI DPR RI, Achmad Hafisz Tohir  kepada media di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Jumat, 12/11).


Larangan Rini agar jajarannya tidak menginjakkan kaki di DPR terlebih dahulu diketahui dari surat balasan yang dikirim Menteri BUMN atas undangan Komisi VI.

"Kami sudah pernah mengirimkan surat undangan, tapi malah balasan jangan ngirim undangan dulu dari pihak BUMN," paparnya.

Dalam surat yang dikirimkan Rini kepada Setjen DPR pihak kementerian BUMN menyatakan ke pihak Setjen DPR bahwa; "Maka kami dengan ini mengharapkan bantuannya kepada Setjen DPR RI, untuk sementara waktu tidak menerbitkan undangan RDP dengan pejabat eselon satu Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sampai adanya arahan lebih lanjut dari pimpinan".

Menurut Achmad apa yang dilakukan Menteri Rini tidaklah fair, karena pihaknya harus bekerja saat ini, untuk menghindari spekulasi-spekulasi yang tidak benar.

"Nanti jangan sampai dibilang DPR tidak mau bekerja ya, kami sudah sering mengirimkan surat undangan ke kementerian," tegasnya.[dem]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Efisiensi Perjalanan Dinas: Luar Negeri 70 Persen, Dalam Negeri 50 Persen

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:18

MPR Minta Pemerintah Tarik Pasukan TNI dari Misi UNIFIL

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:11

Imparsial: Andrie Yunus Buka Sinyal Gelap Pembela HAM

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:05

Tanpa Terminal BBM OTM, Cadangan Pertamax Berkurang Tiga Hari

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:53

Kemenkop–KemenPPPA Kolaborasi Perkuat Peran Perempuan Lewat Kopdes

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:45

Lippo Cikarang Tegaskan Tidak Terkait Perkara yang Diusut KPK

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:35

Membaca Skenario Merancang Operasi Gagal

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:28

BSA Logistics Melantai di Bursa Bidik Dana Rp306 Miliar

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:18

Jusuf Kalla Bereaksi atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:01

Diaspora RI Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Seoul

Selasa, 31 Maret 2026 | 20:56

Selengkapnya