Berita

Politik

Resmi, Komisi VI DPR Pertanyakan Harga BBM Naik

JUMAT, 21 NOVEMBER 2014 | 16:37 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

. Kebijakan Presiden Joko Widodo menaikkan harga BBM disesalkan DPR. Komisi VI yang membidangi perindustrian, perdagangan dan UKM secara resmi menyatakan kebijakan tersebut tidak tepat.

"Harga minyak dunia saat ini cenderung mengalami penurunan," ujar Wakil Ketua Komisi VI Azam Azam Natawijana saat memberikan keterangan pers di ruang rapat Komisi VI DPR, Senayan, Jakarta (Jumat, 21/11).

Selain itu, menurut Azam yang memberi keterangan ditemani pimpinan Komisi VI, Achmad Hafisz Tohir, Dodi Reza Alex Noerdin, dan Heri Gunawan, kenaikan harga BBM saat ini tidak tepat karena pertumbuhan ekonomi Indonesia tengah mengalami perlambatan. Kenaikan harga BBM malah akan meningkatkan inflasi yang tajam, meningkatkan angka kemiskinan, dan menurunnya daya beli masyarakat.


Di tempat yang sama Heri Gunawan menambahkan, kenaikan harga BBM akan berdampak buruk pada sektor perindustrian. Perindustrian kita akan mengalami tekanan pada biaya produksi dan operasional dimana bahan baku. Sementara untuk sektor perdagangan, kenaikan harga BBM akan berdampak pada naiknya biaya transportasi, dan kenaikan harga-harga bahan pokok," jelas Heri.

"Dampak paling besar dari kenaikan harga BBM bersubsidi akan ada kenaikan harga bahan baku, kenaikan biaya produksi, dan penurunan pendapatan pelaku usaha," tambah Dodi Reza.

Karena itu, Komisi VI DPR meminta pemerintah menjelaskan secara rinci alasan menaikkan harga BBM.

"Apa asumsi-asumsi makro yang mendasari? Kami juga ingin menanyakan kepada pemerintah langkah-langkah apa saja yang sudah dipersiapkan pemerintah untuk menanggulangi inflasi. Dan terkait dengan pasal 20A UU No 12 Tahun 2014 yang menyatakan melarang memindahkan beban fiskal pemerintah menjadi beban rakyat," tanya Hafiz.[dem]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Efisiensi Perjalanan Dinas: Luar Negeri 70 Persen, Dalam Negeri 50 Persen

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:18

MPR Minta Pemerintah Tarik Pasukan TNI dari Misi UNIFIL

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:11

Imparsial: Andrie Yunus Buka Sinyal Gelap Pembela HAM

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:05

Tanpa Terminal BBM OTM, Cadangan Pertamax Berkurang Tiga Hari

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:53

Kemenkop–KemenPPPA Kolaborasi Perkuat Peran Perempuan Lewat Kopdes

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:45

Lippo Cikarang Tegaskan Tidak Terkait Perkara yang Diusut KPK

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:35

Membaca Skenario Merancang Operasi Gagal

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:28

BSA Logistics Melantai di Bursa Bidik Dana Rp306 Miliar

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:18

Jusuf Kalla Bereaksi atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:01

Diaspora RI Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Seoul

Selasa, 31 Maret 2026 | 20:56

Selengkapnya