Berita

ilustrasi/net

Politik

Penjualan Murah Bank Mutiara Menguatkan Bailout Century Koruptif

JUMAT, 21 NOVEMBER 2014 | 16:04 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Bank Mutiara berhasil dijual Rp 4.17 triliun kepada J Trust. Harga jual yang kurang memuaskan eks Bank Century ke perusahaan investasi asal Jepang itu makin menguatkan bahwa kebijakan bailout Bank Century sebagai tindakan pidana korupsi.

"Selama ini bail out Bank Century oleh pemerintahan jaman SBY dianggap bukan masuk rana korupsi. Namun dengan hasil penjualan Bank Mutiara dengan harga jauh lebih kecil dari dana bailout yang dikucurkan, menguatkan bahwa bailout tersebut sebagai tindak pidana korupsi yang disengaja," ujar Ketua DPP Gerindra, FX. Arief Poyuono, kepada kantor berita politik sesaat lalu (Jumat, 21/11).

Menurut dia dengan berpindahnya kepemilikan Bank Century ke J Trust maka SBY dan kroninya yang diduga menikmati hasil dana bail out sebesar Rp 6.7 triliun akan selamat dari jeratan hukum KPK. Sebab, KPK akan kesulitan jika ingin menambah bukti-bukti untuk menjerat mereka dengan melakukan audit investigasi untuk menemukan penerima aliran dana bailout.


"J Trust tidak akan mengijinkan KPK melakukan audit investigasi. Selain tidak ada untungnya, J Trust akan menganggap pemeriksaan bisa menurunkan kepercayaan publik terhadap Bank Mutiara," papar dia.

Lebih lanjut dikatakan Arief, agar KPK optimal menjerat aktor utama pelaku korupsi dana bailout Bank Century, pemerintah Jokowi harus membatalkan jual beli Bank Mutiara ke J Trust sebab bank tersebut merupakan barang bukti. Walaupun UU LPS mengharuskan setelah di bail out  dalam waktu enam tahun Bank Mutiara harus dijual, aturan ini tidak berlaku bagi bank gagal yang disengaja untuk kejahatan korupsi seperti Bank Century .

"KPK dengan kekuatan superbody-nya harus menyurati OJK untuk membatalkan pembelian bank mutiara oleh J Trust secepatnya, agar bisa menjerat aktor utama koruptor Bank Century," demikian Arief.[dem]


Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya