Berita

h.m prasetyo/net

Politik

JAKSA AGUNG BARU

Jokowi Menerapkan Kebijakan Ganda

JUMAT, 21 NOVEMBER 2014 | 12:49 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Keputusan Presiden Joko Widodo menunjuk H.M Prasetyo sebagai jaksa agung menggantikan Basrief Arief, terus dipertanyakan. Terlebih diketahui Prasetyo berlatar belakang dari partai politik pengusung Jokowi-JK pada Pilpres 2014, yakni Partai Nasdem.

"Pertanyaannya Jokowi mengangkat dia karena dia yakin ini bisa lebih hebat membela kepentingan negara, lebih hebat membela kepentingan hukum, atau lebih hebat membela kepentingan sendiri," tanya anggota Fraksi Gerindra, Martin Hutabarat di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (21/11).

Tak seperti calon menteri, Martin mengkritisi pengangkatan Prasetyo justru terkesan sangat terburu-buru karena tanpa meminta pertimbangan dari KPK dan PPATK.


"Kemarin kita sudah apresiasi memilih menteri dia (Jokowi) dengan pertimbangan KPK, PPATK. Seharusnya jabatan Jaksa Agung lebih penting adanya peranan KPK dan PPATK tetapi dia mengabaikan. Itu yang disebut menerapkan kebijakan ganda," jelas Martin yang duduk di komisi hukum DPR.

Ditanya lebih lanjut adanya kepentingan politik dalam penunjukkan Prasetyo, Martin menolak menanggapinya.

"Itu tadi pertanyaannya, saya nggak mau ngomentari," tegasnya.

"Pak Jokowi harus bisa meyakini apakah ini bisa menyelesaikan penegakan hukum di Indonesia karena ini (jaksa agung) adalah pengacara negara," tambahnya.[wid]


Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Efisiensi Perjalanan Dinas: Luar Negeri 70 Persen, Dalam Negeri 50 Persen

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:18

MPR Minta Pemerintah Tarik Pasukan TNI dari Misi UNIFIL

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:11

Imparsial: Andrie Yunus Buka Sinyal Gelap Pembela HAM

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:05

Tanpa Terminal BBM OTM, Cadangan Pertamax Berkurang Tiga Hari

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:53

Kemenkop–KemenPPPA Kolaborasi Perkuat Peran Perempuan Lewat Kopdes

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:45

Lippo Cikarang Tegaskan Tidak Terkait Perkara yang Diusut KPK

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:35

Membaca Skenario Merancang Operasi Gagal

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:28

BSA Logistics Melantai di Bursa Bidik Dana Rp306 Miliar

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:18

Jusuf Kalla Bereaksi atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:01

Diaspora RI Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Seoul

Selasa, 31 Maret 2026 | 20:56

Selengkapnya