Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) menjadi salah satu kekuatan mahasiswa di ibukota yang turun ke jalan menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Demonstrasi ratusan orang awalnya dilakukan di depan Istana Negara Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, sehingga menyebabkan kemacetan. Polisi yang berjaga terpaksa menutup akses jalan.
Usai beraksi di depan Istana, massa PMII kemudian berjalan kaki menuju Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Jalan MH Thamrin.
Ketua Umum PB PMII, Aminuddin Ma'ruf, menegaskan, kenaikan harga BBM merupakan dampak ketidakberpihakan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla kepada kepentingan rakyat yang lemah ekonominya. Pemerintah juga menunjukkan ketidakpahaman dalam mengelola keuangan negara tanpa harus mengorbankan rakyat banyak.
"Ini adalah kesalahan pengelolaan sumber daya manusua pemerintah Jokowi-JK, sehingga rakyat yang terkena dampaknya," tegas Aminuddin.
PB PMII juga menduga ada antek-antek asing di Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) yang menjadi ujung tombak pengelolaan energi nasional. Hal ini terlihat dari tidak adanya upaya pemerintah memberikan alternatif sebelum menaikkan harga BBM.
"Jika harga BBM tetap naik, kami menuntut Jokowi turun saja," tegasnya.
[ald]