Berita

Ria Irawan

Blitz

Ria Irawan, Langsung Tobat Nasuha Setelah Divonis Kanker

SENIN, 17 NOVEMBER 2014 | 07:23 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Rela menjalani kemoterapi. Masih bisa syuting asal produser terima kalau nanti kepalanya botak.

Kabar duka datang dari Ria Ira­wan. Artis lawas bernama asli Chan­dra Arianti Dewi ini, baru saja menjalani serangkaian ope­rasi pengangkatan rahim. Hal itu dise­babkan karena adanya pene­balan dinding rahim yang dialami Ria.

Dari 2009 ke 2014 awalnya ha­nya penyakit rahim biasa se­perti penebalan dinding rahim, dan mium. Tapi itu disimpan dulu karena saat itu nggak bisa terima kenyataan dan nggak berani pakai medis,” kata Ria.


Namun operasi itu tak meng­hin­darkan dia dari penyakit kan­ker kelenjar getah bening yang su­­dah menyebar. Kini, Ria me­nga­ku hanya bisa pasrah dan ber­serah diri kepada Sang Pencipta terhadap kondisi tubuh dan pe­nyakit yang dihadapinya.

Setelah tahu langsung tobat na­suha. Gue percayakan kalau pe­­nya­kit gue Allah yang kasih, jadi gue sekarang rajin salat dhuha. Alhamdulillah rezekinya ada,” tutur bintang film Jangan Am­bil Nyawaku, Gejolak Kawu­la Muda dan Cinta Setaman ini.

Padahal, usai melakukan ope­rasi pengangkatan miom, Ria pu­nya ba­nyak rencana dan ingin me­la­kukan sesuatu dalam hidup­nya yang sempat tertunda. Apa mau dikata, ia hanya bisa pasrah de­ng­an penyakit baru yang dideritanya.

Tapi gue harus tetap berpikir innalilahi wa inalilahi rojiun. Dan gue cuma berpikir nggak ada lagi yang bisa gue lakukan selain ke­baikan di dunia ini,” katanya.

Untuk itu, putri dari artis senior Ade Irawan ini siap membagi pe­ngetahuan tentang masalah kanker, terutama kanker yang diidapnya saat ini. Dengan hal itu, ia meng­ganggap walaupun sakit ma­sih tetap berguna bagi orang lain.

Kanker getah bening stadium tiga. Setahu gue kan stadium satu di leher rahim, terus naik ke sta­dium empat itu sudah menjalar ke­mana-mana. Dan gue sekarang stadium tiga,” beber Ria.

Peraih Piala Citra ini akan me­lakukan yang terbaik demi ke­sembuhan penyakit ter­sebut de­ngan melakukan bebe­rapa proses penyembuhan.

Gue akan melakukan kemo­te­rapi. Gue tanya akibatnya apa saja? Kata dokter akan ke otak, tu­lang, liver dan paru-paru,” kata Ria.

Nggak kebayang sama sekali karena awalnya mau bantu pasien kanker getah bening, yaitu Olga (Syahputra). Karena gue tahu ba­nget apapun obatnya ada kok di Indonesia,” selorohnya.

Ria telah menjalani kemoterapi perdana karena penyakitnya itu. Saat ini ia pun mulai mencukur rambut di kepalanya yang rontok.

Gue pengen ubah stigma ke­mo kayak tempat penjagalan. Emang kenapa kalau kemo terus botak? Sekarang gue juga mulai motong rambut sendiri. Sebab, rontoknya bukan karena ditarik-tarik, tapi karena memang kepa­la­nya panas,” terangnya.

Ria tak menyerah pada ke­ada­an. Bintang film Biola Tak Ber­dawai itu mengaku masih ingin syuting dengan syarat.

Syuting boleh, cuma ya gini gue mau kasih tahu kalau tiba-tiba gue di syuting pakai hijab dan nanti pas nggak syuting gue nggak berhijab nanti dipikirnya gue lepas hijab,” katanya.

Saat disinggung mengapa di­rinya bisa terkena penyakit ter­sebut, Ria hanya menjawab de­ngan gayanya khasnya.

Ini karena hormonal. Gue me­milih untuk di-interview seka­rang juga bukan karena gue mau eksis. Tapi gue mau berbagi infor­masi aja kalau Ria Irawan masih kuat de­ngan penyakitnya dan dibantu de­ngan BPJS,” paparnya.

Sekadar info, pada pertenga­han 1990, Ria menjadi bahan pem­be­ritaan negatif setelah Rivaldi Su­karno ditemukan meninggal aki­bat overdosis di rumahnya. Aki­bat kasus ini, Ria harus ‘meng­asingkan’ diri ke luar negeri.

Pada 1990, Ria kembali bikin kehebohan dengan berita perni­kahannya dengan Yuma, seorang pengusaha dan berstatus duda. Mereka menikah pada 5 April 1997. Sayang, pernikahan ini tak bisa bertahan lama. De­sember 1999 mereka memu­tuskan ber­cerai.

Pada Juli 2005, Ria sempat menjadi tersangka setelah ter­ja­ring razia narkoba saat berpesta di Dragon Fly Cafe Jakarta. Na­mun, karena di tangan Ria tidak ditemukan adanya narkoba, ia dianggap hanya sebagai pemakai sehingga hanya dikenai wajib lapor.  ***

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya