Berita

aung san suu kyi/net

Dunia

Obama Pertanyakan Aturan yang Menjegal Pencapresan Suu Kyi

SABTU, 15 NOVEMBER 2014 | 09:43 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, mendesak Myanmar mengadakan pemilihan presiden yang bebas, adil, dan inklusif.

Obama pun menyatakan dukungan moral terhadap tokoh reformasi Myanmar, Aung San Suu Kyi.

Suu Kyi menyatakan niat bertarung meraih kursi kepresidenan dalam pemilihan umum pada 2015, pada Kamis lalu. Saat berbicara di hadapan pemimpin dan pengusaha dunia pada Forum Ekonomi Dunia di Asia Timur di Naypyidaw, peraih Nobel Perdamaian itu mendesak amandemen konstitusi yang tidak memungkinkannya memimpin negara tersebut.


Konstitusi bikinan pemerintahan militer mengatur bahwa pencalonan sebagai presiden dilarang bagi orang yang memiliki pasangan atau anak-anak berkewarganegaraan asing.

"Proses amandemen harus mencerminkan inklusi bukan pengecualian. Saya tidak mengerti mengapa ada ketentuan yang melarang seseorang untuk mencalonkan diri sebagai presiden karena status (kebangsaan) anak-anaknya," kata Obama dalam konferensi persnya bersama Suu Kyi pada Jumat (14/11), seperti dikabarkan AFP.

Perlu diketahui, almarhum suami Suu Kyi, Michael Aris dan kedua putranya Alexander serta Kim, memiliki kewarganegaraan Inggris.

"Meskipun pemerintahan berada dalam kekuasaan militer bukan berarti tidak dapat diubah. Pemilu harus bersifat bebas, adil dan inklusif," tandasnya. [ald]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya