Berita

Ini Tanggapan PDIP tentang Jokowi Di-bully Media Australia

SABTU, 15 NOVEMBER 2014 | 05:08 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

RMOL. Media Australia mem-bully Presiden Joko Widodo dan pemimpin negara yang hadir dalam KTT G-20 di Brisbane, Australia.

Australia Courier Mail menurunkan berita bahwa pertemuan mereka hanya ajang kangen-kangenan sehingga tak akan memberi solusi apapun bagi masalah besar dunia.

Dilengkapi gambar nyinyir Jokowi dan para pemimpin lainnya berpesta barbeque, media tersebut menyebut mereka, para pemimpin negara-negara anggota G-20 itu, memiliki kepentingan masing-masing sehingga tak akan ada solusi yang bisa diharapkan membawa kebaikan bagi semua.


Apa komentar PDI Perjuangan?

"Saya kira begini, itu pada umumya kelompok yang tidak setuju dengan G-20. Sedangkan untuk Indonesia sendiri Jokowi banyak membawa isu kepentingan-kepentingan internasional," ujar politisi PDI Perjuangan TB Hasanuddin kepada wartawan (Jumat, 14/11).

Terkait kedatangan Jokowi di forum KTT G-20, dijelaskan TB Hasanuddin, membawa misi bagi kebaikan atas permasalahan dunia.

"Buktinya mengangkat isu perbatasan di laut Cina Selatan, dan Indonesia sebagai jalur sutra perdagangan internasional," kata pria kelahiran Majalengka ini.[dem]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Efisiensi Perjalanan Dinas: Luar Negeri 70 Persen, Dalam Negeri 50 Persen

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:18

MPR Minta Pemerintah Tarik Pasukan TNI dari Misi UNIFIL

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:11

Imparsial: Andrie Yunus Buka Sinyal Gelap Pembela HAM

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:05

Tanpa Terminal BBM OTM, Cadangan Pertamax Berkurang Tiga Hari

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:53

Kemenkop–KemenPPPA Kolaborasi Perkuat Peran Perempuan Lewat Kopdes

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:45

Lippo Cikarang Tegaskan Tidak Terkait Perkara yang Diusut KPK

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:35

Membaca Skenario Merancang Operasi Gagal

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:28

BSA Logistics Melantai di Bursa Bidik Dana Rp306 Miliar

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:18

Jusuf Kalla Bereaksi atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:01

Diaspora RI Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Seoul

Selasa, 31 Maret 2026 | 20:56

Selengkapnya