Berita

Pendekar NU: Ahok dan FPI Sama Saja, Dua-duanya Salah

JUMAT, 14 NOVEMBER 2014 | 16:05 WIB | LAPORAN:

Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama dan Front Pembela Islam, yang berseteru belakangan ini, sama-sama salah.

Demikian penilaian Ketua Umum PP Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa Aizuddin Abdurrahman dalam keterangan pers yang diterima petang ini (Jumat, 14/11).

Menurutnya, FPI telah merusak citra Islam dengan tindakan-tindakan yang sudah dilakukannya. FPI juga dianggap merusak keberagaman kehidupan beragama yang sudah tertata.
 

 
"Ketika mereka menolak Ahok karena alasan non muslim, itu rasialis. Ungkapan itu merusakan tatanan keberagamaan di Indonesia. NKRI dibangun atas dasar Rahmatan lil ‘Alamin,” tegas Gus Aiz, sapaan cucu Pendiri NU KH. Hasyim Asyari ini.

Untuk FPI, menurutnya ada tiga pilihan yang harus dilakukan. Mengubah metode dakwah, membubarkan diri atau dibubarkan. 

"FPI harus mencontohkan dakwah Islamiyah yang benar. Jika tidak, akan merusak generasi  mendatang,” tambah Gus Aiz.

Soal pembubaran FPI bisa dilakukan oleh pemerintah dengan melibatkan pihak-pihak terkait, mulai dari Kemendagri, Kemenkumham, Kejaksanaan, serta TNI dan Polri.
 
Sementara kepada Ahok, Gus Aiz mendesak agar pucuk pimpinan di DKI Jakarta tersebut berbenah. Sikap Ahok dinilai tidak mencerminkan diri seorang pemimpin.
 
"Pemimpin itu tindakan, ucapan dan hatinya harus meneduhkan dan mengayomi. Jangan sampai yang dijalankan dan diucapkan membuat resah apalagi menimbulkan perpecahan rakyatnya, tidak ada waktu terlambat untuk saling memperbaiki” kata pria pimpinan pendekar NU tersebut.

Dalam pandangan Gus Aiz, ada tiga hal dalam berdakwah. Yaitu dengan tindakan, ucapan dan hati. Tindakan harus mencerminkan sikap yang tegas dan sesuai dengan aturan yang berlaku, ucapan harus konsisten berdasarkan prinsip-prinsip kemanusiaan, dan dalam menjalankan dua hal tersebut harus dengan hati yang sejuk, tidak dengan nafsu atau amarah yang merusak. [zul]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya