Berita

rachmawati soekarnoputri/net

Politik

Rachmawati: Negara Kok Dijual-jual

KAMIS, 13 NOVEMBER 2014 | 20:20 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Pidato Presiden Joko Widodo di Forum APEC di Beijing masih jadi bahan pembicaraan di tengah masyarakat. Ada banyak yang memuji isi pidato Jokowi tersebut. Pidato Jokowi dinilai apa adanya, langsung pada persoalan dan tidak banyak basa-basi.

Jokowi dengan gamblang menyampaikan peluang investasi pembangunan infrastruktur yang terkait konektivitas di Tanah Air. Sekitar 1500 pemimpin perusahaan terkemuka dari 21 negara di Asia Pasifik tampak antusias dengan paparan Jokowi pada forum itu.

Jokowi memberikan gambaran tentang Indonesia yang memiliki 17.000 pulau dengan populasi penduduk sekitar 240 juta jiwa. Dengan jujur ia menjelaskan agenda pembangunan di Indonesia ke depan fokus pada konektivitas maritim, pembangunan 24 pelabuhan dan transportasi massal kereta api, serta pembangkit listrik 35.000 MW.


Jokowi mengundang kalangan usaha di forum APEC untuk berinvestasi dalam pembangunan di Indonesia. Jokowi menggambarkan bagaimana konektivitas antarpulau belum terbangun dengan baik sehingga ada kesenjangan harga komoditas barang di antara pulau satu dan yang lain. Ia mencontohkan harga semen di Papua yang bisa mencapai 25 kali lipat harga di Pulau Jawa.

Selain memaparkan peluang yang ada, Jokowi mengungkapkan adanya sejumlah masalah yang menghambat pembangunan di Indonesia, mulai dari birokrasi perizinan, pembebasan lahan, hingga ketersediaan listrik.

Ketua Umum Front Pelopor, Rachmawati Soekarnoputri punya penilaian lain. Menurutnya, isi pidato Jokowi sangat menyakitkan rakyat Indonesia. Jokowi menunjukkan dirinya bukan seorang presiden tetapi sebagai salesman yang menawarkan Indonesia kepada para kapitalis.

"Negara kok dijual ke pihak asing? Benar-benar menyakitkan bangsa," kata Rachma saat berbincang dengan Kantor Berita Politik sesaat lalu (Kamis, 13/11).

"Kok bisa bertindak layaknya salesman menawarkan Indonesia agar para kapitalis asing mau 'beli',"  sambung putri Proklamator Bung Karno ini.

Rachma mencontohkan program poros maritim yang ditawarkan Jokowi. Menurut dia, agenda ini jelas menabrak kedaulatan NKRI dan perjanjian Juanda.

Karena itu, Rachma meminta DPR tidak diam. DPR, menurutnya, harus mempertanyakan langkah Jokowi ini.

"Obral kepada pihak asing jelas melanggar amanat UUD 1945 Pasal 33, yang dengan tegas menyatakan bahwa bumi kekayaan alam diperuntukan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat," demikian Rachma, yang juga Ketua Yayasan Pendidikan Soekarno.[dem]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya