Berita

Formulir Capres yang Mahal Hanya Konsolidasikan Kekuasaan Pengusaha

MINGGU, 09 NOVEMBER 2014 | 21:43 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Partai politik di Nigeria mematok harga tiket bagi siapa saja yang ingin maju sebagai calon presiden. Peoples Democratic Party (PDP) mematok harga 22 juta Naira atau sekitar Rp 1,7 miliar, sementara partai oposisi All Progressives Congress (APC) memasang harga 27,5 juta Naira atau sekitar Rp 2,1 miliar.

Analis politik dan hukum Nigeria, Eneruvie Enakoko mengatakan, pematokan harga formulir yang selangit ini sebagai perbuatan ilegal, karena akan mencegah partisipasi rakyat dalam proses pemilu dan mengkonsolidasikan kekuasaan di antara elit pengusaha.

"Jumlah uang yang luar biasa besar yang dibebankan oleh partai-partai politik hanya mencerminkan hubungan berbahaya antara politik dan bisnis besar. Itu mendorong mayoritas (di mana Nigeria adalah sebuah negara miskin) untuk diam," kata Eneruvie Enakoko.


Ia menambahkan, biaya tinggi yang diminta kepada calon presiden yang tidak memiliki "sarana" finansial yang besar, otomatis akan berasal dari pendukung-pendukungnya yang pengusaha yang mengharapkan "feedback."

"Jika si calon akhirnya berhasil memenangkan pemilu, ia akan merasa berhutang budi (kepada para pengusaha pendukungnya). Otomatis loyalitasnya akan tertuju kepada mereka, bukan ke seluruh rakyat," ujarnya kepada AFP, Minggu (9/11).[dem]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya