Berita

Formulir Capres di Nigeria Termahal Rp 2,1 Miliar

MINGGU, 09 NOVEMBER 2014 | 21:10 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Nigeria akan segera menggelar pesta demokrasi untuk memilih orang nomor satu di negara tersebut. Meski pemilu baru akan digelar pada 14 Februari 2015, namun hiruk pikuk para politisi partai sudah terjadi.

Bagaimana tidak, partai-partai politik di sana telah mematok harga tinggi untuk membeli formulir calon presiden (capres).

Padahal, banyak pihak yang mengecam langkah ini karena dinilai tidak demokratis dan bisa memicu tindakan korupsi.


Seperti dikutip AFP (Minggu, 9/11), saat ini pendukung Presiden Goodluck Jonathan tengah mengumpulkan dana untuk membeli formulir pencapresan di partainya, Peoples Democratic Party (PDP) senilai 22 juta Naira atau sekitar Rp 1,7 miliar.

Sementara partai oposisi All Progressives Congress (APC) mematok harga 27,5 juta Naira atau sekitar Rp 2,1 miliar untuk orang yang mau maju di pilpres.

Mantan penguasa militer Muhammadu Buhari, yang digadang-gadang akan mencalonkan diri sebagai presiden dari Partai APC dikabarkan terpaksa mengambil pinjaman dari bank.[dem]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Olah TKP Freeport

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:16

Rismon Rela Dianggap Pengkhianat daripada Menyembunyikan Kebenaran

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:14

Bandung Dalam Diplomasi Konfrontasi dan Kemunafikan Diplomasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:05

Roy Suryo Tegaskan Permintaan Maaf Rismon ke Jokowi Bersifat Pribadi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:00

KPK Panggil Pengusaha James Mondong dalam Kasus Suap Impor di Bea Cukai

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:54

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:47

EMAS Rampungkan Fase Konstruksi, Fokus Kejar Target Produksi

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:40

DPR Jangan Pilih Lagi Anggota KPU yang Tak Profesional!

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:29

Kapolri dan Panglima TNI Pantau Pelabuhan Merak Via Helikopter

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:23

Trump Yakin Pemimpin Baru Iran Masih Hidup tapi Terluka Parah

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:17

Selengkapnya