Berita

rusli habibie/net

Rusli Habibie Siap Paparkan Kondisi Krisis Listrik di Gorontalo

JUMAT, 07 NOVEMBER 2014 | 18:33 WIB | LAPORAN:

Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie langsung menggelar rapat dengan pihak PLN dan SKPD setiba di Gorontalo, Rabu kemarin (5/11). Rapat digelar untuk menindaklanjuti pertemuan para gubernur dengan Presiden Joko Widodo pada Selas (4/11).

Pertemuan itu khusus membahas masalah krisis listrik, pencegahan dan perencanaan listrik jangka pendek, menengah dan jangka panjang.

"Untuk jangka pendek, saya minta ke PLN agar masalah listrik tidak padam lagi hingga akhir tahun ini. Turunnya pasokan daya dari sejumlah pembangkit agar segera bisa diatasi secepatnya. Jangka menengah, saya minta diinventaris kemampuan daya listrik kita, apa kendalanya termasuk jadwal realisasinya. Data ini selanjutnya akan kami paparkan ke pemerintah pusat," kata  Rusli.


Di Provinsi Gorontalo sendiri sejatinya sudah memiliki sejumlah pembangkit baru dengan daya yang cukup besar, namun hingga kini penggunaannya belum optimal. Sebut saja PLTU Molotabu yang seharusnya bisa menghasilkan daya 2 x 12,5 Megawatt, namun baru satu mesin yang beroperasi. PLTU Anggrek dengan daya 2 x 25 yang ditargetkan selesai Maret 2015 namun diprediksi molor hingga akhir 2015. Tahun 2015 nanti PLN juga berencana membangun PLTG di Kabupaten Pohuwato dengan daya 2x20 Megawatt.

"Untuk jangka panjang, Kita punya data rencana pembangunan Waduk Bone Hulu. Data data ini nanti kita akan serahkan ke PLN supaya nanti bisa dikalkulasi berapa potensi daya listrik yang bisa dihasilkan dari waduk itu. Ini penting agar kedepan pasokan listrik kita semakin baik," imbuhnya.

Sementara itu, Manajer PLN Wilayah Suluttengo Santoso Januwarsono menjelaskan, krisis listrik yang terjadi di Gorontalo dan Sulawesi Utara (jaringan interkoneksi) terjadi diluar dugaan. Salah satunya disebabkan oleh faktor kemarau berkepanjangan yang mengakibatkan sejumlah pembangkit listrik mengalami penurunan daya yang signifikan.

"Untuk PLTA Danau Tondano misalnya, sejatinya dia bisa mensuplai daya listrik sebesar 48 Megawatt namun saat ini hanya bisa mensuplai 22 Megawatt. Itu pun hanya bisa beroperasi selama lima jam. Angka itu diluar prediksi kami yang biasanya jika musim kemarau hanya turun menjadi 30 Megawatt. Pun demikian dengan PLTPB Lahendong. Dari total 80 Megawatt daya yang bisa dihasilkan, sejak awal Oktober lalu turun menjadi 45 Megawatt. Kemarau tidak saja menyebabkan uap yang keluar menjadi menurun, tetapi juga mengandung NSG Non Condensit Gas (uang yang tidak bisa dikondensasi)," terang pria yang akrab disapa Janu itu.

Krisis tersebut makin diperparah dengan kondisi PLTU Amurang yang kini mengalami perbaikan. Dari dua mesin yang beroperasi masing masing 1x20 Megawatt, hanya satu mesin yang berfungsi sedangkan satu mesin lagi dalam perawatan.

Berbagai persoalan krisis listrik ini selanjutnya akan dipaparkan Rusli Habibie didepan sejumlah Menteri terkait di antaranya Kementrian ESDM, Bappenas dan Kementrian PU. Rusli berharap agar persoalan listrik mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat, termasuk pembangunan Waduk Bone Hulu untuk mendukung peningkatan daya listrik daerah.[wid]
 

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya