Berita

muhammad arsyad/net

Hukum

PELECEHAN JOKOWI

Ruhut Tidak Setuju Penahanan Buruh Sate Ditangguhkan

SELASA, 04 NOVEMBER 2014 | 11:10 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Politisi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, mengaku tidak setuju dengan kebijakan Polri menangguhkan penahanan tersangka penghinaan terhadap Joko Widodo (Jokowi) lewat facebook, Muhammad Arsyad alias Imen.

Menurut Ruhut, hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu, termasuk kepada tukang tusuk sate sekalipun. Tujuannya, agar tercipta efek jera di tengah masyarakat. Apalagi yang dilakukan Arsyad terbilang keterlaluan dengan memajang editan foto porno di dunia maya sehingga melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

"Saya tidak setuju penangguhan tukang sate. Hukum ya hukum, kalau tidak ya jangan diproses," ucap Ruhut saat ditemui di depan ruang sidang paripurna, gedung DPR, Senayan, Jakarta (Selasa, 4/11)


Lebih lanjut, Ruhut menyayangkan sikap Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, yang memanfaatkan kasus tukang tusuk sate ini sebagai pencitraan. Ia bahkan menantang Waketum Gerindra itu untuk membesuk tersangka administrator akun @Triomacan2000, Raden Nuh, yang tertangkap karena kasus pemerasan.

"Saya minta ke Fadli. Kalaun tidak mau disebut pencitraan, besuk dong Pak Nuh. Itu kan IT juga," tantang Ruhut.

Fadli Zon sendiri, lewat akun twitternya, sempat menanggapi "tantangan" dari Relawan Jokowi-JK, Fadjroel Rachman, terkait Raden Nuh. Fadjroel menantang Fadli juga membesuk Raden Nuh yang dijerat UU ITE dan pemerasan.

Dalam sahutannya, Fadli mengaku tak mengenal sosok Raden Nuh. Fadli malah mengungkap fakta bahwa Raden Nuh pernah menjadi caleg Partai Hanura. Menurutnya, Raden Nuh tak perlu dijenguk karena kasusnya berbeda dengan buruh sate yang dituduh menghina Jokowi.

Fadli juga membantah kabar yang menyebut admin @Triomacan2000 lainnya, yakni Edi Syahputra,  yang jadi tersangka dalam kasus pemerasan pejabat Telkom, terdaftar sebagai relawan Prabowo-Hatta pada Pilpres 2014 lalu seperti foto-foto piagam yang beredar di media sosial selama ini.

"Kalau piagam itu dicetak ratusan ribu, tandatangan saya juga cetakan. Jadi tinggal isi nama. Masih ada sisanya," ujar Fadli Zon. [ald]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Dimakamkan di Mashhad

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:21

Wall Street Ditutup Menguat Didorong Harapan Negosiasi Iran-AS

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:08

Terjaring OTT KPK, Bupati Sukoharjo Diduga Peras Perangkat Daerah

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:50

Menkes Budi Ajak Kreator Jadikan Pola Makan Sehat Sebagai Tren Baru

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:45

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jakarta Dicecar KPK soal Pengadaan Rel di DJKA

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:32

Harga Emas Melonjak Didorong Aksi Bargain Hunting dan Sentimen Geopolitik

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:21

Sentimen AI Pulihkan Bursa Eropa, STOXX 600 Menguat

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:12

OTT di Solo Raya: Selain Bupati Sukoharjo KPK Juga Amankan 4 Orang Lainnya

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:04

Ekonomi NTB Tumbuh 13,64 Persen, Peluang Lahirnya Inovasi Anak Muda Kian Terbuka

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:01

Kepindahan Narji dari PKS ke PSI Dianggap Kutu Loncat Gurem

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:58

Selengkapnya