Berita

Pertahanan

CALON KEPALA BIN

Konflik Sipil Harus Diselesaikan dengan Cara Sipil, Bukan Militer

SENIN, 03 NOVEMBER 2014 | 17:17 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Selama ini, banyak penanganan konflik di wilayah sipil yang tidak bisa terselesaikan. Hal itu karena pendekatan yang digunakan adalah pendekatan militer, bukan menggunakan pendekatan sipil.

"Penanganan konflik di wilayah sipil harus diselesaikan dengan pendekatan sipil, bukan dengan gaya militer," tegas pengamat kebijakan publik Universitas Nasional (Unas), Munandar Nugraha, dalam surat elektronik yang diterima redaksi beberapa saat lalu (Senin, 3/11)

Karena itu, Munandar mengharapkan pemerintahan Joko Widodo bisa memetik pelajaran dari pemerintahan-pemerintahan sebelumnya dalam hal penanganan politik keamanan.


"Dari pemerintahan-pemerintahan sebelumnya pendekatan politik keamanan yang dilakukan pemerintah selalu berbau militeristik. Presiden Jokowi harus mampu mengubah paradigma ini," sarannya.

Untuk memperkuat hal tersebut, kata Munandar, bisa dimulai dari penunjukan Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) yang tepat.

"BIN sebagai institusi sipil harus dipimpin oleh kalangan sipil yang mampu menangani berbagai potensi konflik yang ada di negeri ini. Kalau BIN dipimpin militer, paradigmanya selalu militeristik," lanjutnya.

Menurut Munandar kalau jabatan strategis itu dinahkodai oleh militer maka yang akan terjadi seperti pemerintahan sebelumnya, yaitu tidak mampu menangani konflik di akar rumput, lalu bersikap represif.

"Dinamika yang berkembang saat ini bukan lagi perang senjata antar militer, tetapi perang pemikiran dan perang teknologi," tegasnya. [ald]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

UPDATE

Kejagung Pede Hadapi Febrie di Sidang Praperadilan

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:27

Gebrakan PAM Jaya Tekan Kebocoran Air Diapresiasi

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:19

FEB UNJ Dukung Pariwisata Berkelanjutan di Bali Lewat Pengabdian Masyarakat

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:01

Danantara Investasi Rp44 Triliun di JBS Group

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:01

Anggota PWI Jakbar Laporkan Oknum Polisi ke Propam Polda Metro, Ini Sebabnya

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:47

Bawaslu Campus Connect Jadi Solusi Tantangan Digital di Pemilu

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:28

Publik Curiga UGM Melindungi Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:17

Febrie Adriansyah Siap Buka-bukaan di Sidang Praperadilan

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:02

Gedung Bapenda DKI Kebakaran

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 00:32

Pemerintah Diultimatum 15 Hari Terbitkan PP Cukai MBDK

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 00:13

Selengkapnya