Berita

fahri hamzah/net

Politik

"DPR PERJUANGAN"

Fahri Hamzah Usulkan Tiga Komisi Tambahan Sebagai Jatah KIH

SENIN, 03 NOVEMBER 2014 | 13:38 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, mengusulkan adanya penambahan jumlah Komisi, yang sekarang 11 Komisi, pada lembaga DPR periode 2014-2019. Usul itu dilontarkannya dalam rapat konsultasi Badan Musyawarah di gedung DPR RI, Jakarta, tadi (Senin, 3/11).

Maksud usul dari politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, untuk menampung lima fraksi (PDIP, Hanura, Nasdem, PKB dan PPP) di kubu Koalisi Indonesia Hebat (KIH) yang belum mendapatkan kursi pimpinan di 11 Komisi dan alat kelengkapan DPR (AKD) lainnya.

"Saya kira bisa ditambah jumlah komisi. Itu suara terakhir dari teman-teman untuk bisa memimpin AKD. Mungkin bisa ditambah tiga komisi lagi," kata Fahri dalam rapat sesi konsultasi Badan Musyawarah.


Fahri berpendapat nantinya ada beberapa komisi yang memiliki terlalu banyak mitra kerja dapat dipecah. Fahri mencontohkan Komisi I DPR yang memiliki 15 mitra kerja yang terdiri dari tiga bidang berbeda, yakni pertahanan, luar negeri, dan informatika.

"Kalau ada pemisahan, bidang informasi bisa dikeluarkan, misalnya, dan dibuat ke dalam komisi yang baru. Nanti kemitraan bisa fokus," ujar Fahri.

KIH menilai pembagian kepemimpinan Komisi dan AKD tidak terjadi proporsional. Pasalnya 11 komisi dan alat kelengkapan DPR dikuasai oleh fraksi Golkar, Gerindra, PAN, PKS, dan Demokrat yang tergabung di Koalisi Merah Putih (KMP).

Karena itu, kubu KIH membentuk struktur pimpinan "DPR tandingan". Kubu KIH tidak mengakui dan mempercayaai kepemimpinan DPR yang dikuasai KMP dan akan melakukan pemilihan AKD dengan versi mereka sendiri walau tidak berlandaskan konstitusi dan UU MPR, DPR, DPD dan DPRD. [ald]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Efisiensi Perjalanan Dinas: Luar Negeri 70 Persen, Dalam Negeri 50 Persen

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:18

MPR Minta Pemerintah Tarik Pasukan TNI dari Misi UNIFIL

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:11

Imparsial: Andrie Yunus Buka Sinyal Gelap Pembela HAM

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:05

Tanpa Terminal BBM OTM, Cadangan Pertamax Berkurang Tiga Hari

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:53

Kemenkop–KemenPPPA Kolaborasi Perkuat Peran Perempuan Lewat Kopdes

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:45

Lippo Cikarang Tegaskan Tidak Terkait Perkara yang Diusut KPK

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:35

Membaca Skenario Merancang Operasi Gagal

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:28

BSA Logistics Melantai di Bursa Bidik Dana Rp306 Miliar

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:18

Jusuf Kalla Bereaksi atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:01

Diaspora RI Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Seoul

Selasa, 31 Maret 2026 | 20:56

Selengkapnya