Berita

Hukum

KPK Desak Kemenhukham Tindak Tegas Mochtar Mohammad

RABU, 29 OKTOBER 2014 | 20:41 WIB | LAPORAN:

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia harus tindak tegas narapidana kasus korupsi, Mochtar Muhammad yang kedapatan keluyuran keluar sel.

"Harus ada sanksi ke pelaksananya," kata Jurubicara KPK, Johan Budi SP di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (29/10).

Dia mempertanyakan pengawasan keamanan di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin. Alasannya, Amir Syamsuddin yang menjabat Menkumham kala itu menyebut Lapas Sukamiskin ketat.


"Kalau benar keluar tanpa izin, bagaimana pengawasan di LP Sukamiskin. Dulu era menkumham lam, bilang pengawasannya ketat. Ini perlu dipertanyakan kalau ternyata dia bisa keluar," sebut Johan.

Selebihnya, Johan mengatakan KPK siap menindak jika ternyata ada dugaan suap terkait mudahnya Mochtar keluar lapas. "Kalau ada dugaan suap, KPK bisa bertindak. Kalau ternyata ada laporan dia keluyuran karena bayar sipir," tandas Johan yang baru dilantik sebagai Deputi Pencegahan KPK itu.

Sebelumnya, Informasi yang didapat, Mochtar Muhammad dikabarkan diam-diam keluar tahanan pada Senin 27 Oktober lalu. Dia disebut tengah makan malam di sebuah rumah makan di bilangan Jakarta Selatan. Saat keluar, Mochtar nampak mengenakan kaos biru dan celana levis biru lengkap dengan sepatu kasual tengah menyantap makanan khas Makassar.[dem]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Dimakamkan di Mashhad

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:21

Wall Street Ditutup Menguat Didorong Harapan Negosiasi Iran-AS

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:08

Terjaring OTT KPK, Bupati Sukoharjo Diduga Peras Perangkat Daerah

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:50

Menkes Budi Ajak Kreator Jadikan Pola Makan Sehat Sebagai Tren Baru

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:45

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jakarta Dicecar KPK soal Pengadaan Rel di DJKA

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:32

Harga Emas Melonjak Didorong Aksi Bargain Hunting dan Sentimen Geopolitik

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:21

Sentimen AI Pulihkan Bursa Eropa, STOXX 600 Menguat

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:12

OTT di Solo Raya: Selain Bupati Sukoharjo KPK Juga Amankan 4 Orang Lainnya

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:04

Ekonomi NTB Tumbuh 13,64 Persen, Peluang Lahirnya Inovasi Anak Muda Kian Terbuka

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:01

Kepindahan Narji dari PKS ke PSI Dianggap Kutu Loncat Gurem

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:58

Selengkapnya