Berita

azis syamsuddin/net

Hukum

KPK Hargai Penunjukan Azis Syamsuddin Jadi Ketua Komisi III

RABU, 29 OKTOBER 2014 | 18:44 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap menghormati keputusan para legislator di Senayan yang memutuskan Azis Syamsuddin menjadi Ketua Komisi III DPR RI.

Azis pernah beberapa kali menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus korupsi pengadaan Simulator SIM yang ditangani KPK.

"Itu kan proses politik di DPR. Hak DPR memilih siapapun, kami tetap hormati keputusan itu," terang Johan Budi dalam keterangan pers di Kantor KPK, Jakarta, Rabu (29/10).


Tidak ada kekhawatiran dari KPK bahwa mitra kerjanya di DPR itu akan menghambat kinerja maupun anggaran KPK.

"Kami tetap fokus pada urusan hukum," tegasnya.

Ketua DPP Partai Golkar Aziz Syamsuddin diamanatkan menjadi Ketua Komisi III DPR RI dalam keputusan sidang paripurna pemilihan pimpinan Komisi III di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta (Rabu, 29/10).

Dalam sidang ini juga terpilih empat Wakil Ketua Komisi III. Mereka adalah Desmond J Mahesa (Gerindra), Benny K Harman (Demokrat) dan Mulfachri Harahap (PAN). Sidang dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI bidang politik dan hukum, Fadli Zon.

Komisi III DPR memiliki ruang lingkup hukum, HAM dan Keamanan. Mereka bermitra kerja dengan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Kejaksaan Agung, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Komisi Nasional HAM (Komnas HAM), Setjen Mahkamah Agung, Setjen Mahkamah Konstitusi, Setjen MPR, Setjen DPD, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Komisi Yudisial (KY), Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Badan Nasional Penanggulan Terorisme (BNPT).

Pemilihan pimpinan Komisi III sama halnya dengan pemilihan pimpinan komisi dan alat kelengkapan Dewan lainnya, di mana partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH) tidak hadir.
PDIP, PKB, Nasdem dan Hanura belum menyetorkan nama-nama anggota komisi dan alat kelengkapan. Sementara PPP versi Suryadharma Ali sudah menyetorkan nama, tapi tidak hadir dalam sidang.

Namun sidang tetap berjalan karena sudah kuorum oleh anggota fraksi Golkar, Gerindra, Demokrat, PAN dan PKS. [ald]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Dimakamkan di Mashhad

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:21

Wall Street Ditutup Menguat Didorong Harapan Negosiasi Iran-AS

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:08

Terjaring OTT KPK, Bupati Sukoharjo Diduga Peras Perangkat Daerah

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:50

Menkes Budi Ajak Kreator Jadikan Pola Makan Sehat Sebagai Tren Baru

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:45

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jakarta Dicecar KPK soal Pengadaan Rel di DJKA

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:32

Harga Emas Melonjak Didorong Aksi Bargain Hunting dan Sentimen Geopolitik

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:21

Sentimen AI Pulihkan Bursa Eropa, STOXX 600 Menguat

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:12

OTT di Solo Raya: Selain Bupati Sukoharjo KPK Juga Amankan 4 Orang Lainnya

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:04

Ekonomi NTB Tumbuh 13,64 Persen, Peluang Lahirnya Inovasi Anak Muda Kian Terbuka

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:01

Kepindahan Narji dari PKS ke PSI Dianggap Kutu Loncat Gurem

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:58

Selengkapnya