Berita

Bisnis

Rini Soemarno Bantah Akan Calonkan Kakaknya Jadi Komisaris Pertamina

RABU, 29 OKTOBER 2014 | 17:46 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Masuknya nama Rini Soemarno dan Sudirman Said dalam kabinet kerja usungan Presiden Jokowi banyak menuai tanggapan miring dari sejumlah pengamat.

Bahkan, dengan ditunjuknya Rini sebagai Menteri BUMN dan Sudirman sebagai Menteri ESDM disebut-sebut akan memuluskan skema untuk menempatkan Ari Soemarno yang merupakan saudara kandung dari Rini Soemarno, masuk dalam jajaran komisaris Pertamina.

Menanggapi hal tersebut, Rini membantah. Dia tegaskan tidak akan mencalonkan kakak kandungnya masuk dalam jajaran komisaris Pertamina.


"Enggalah, itu semua dengan fit and proper, ada proses lanjutan dan juga proses lainnya," kata Rini ketika ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta (Rabu, 29/10).

Rini menjelaskan, fit and proper akan dilakukan kepada para calon yang berasal dari eksternal perusahaan. Untuk internal perusahaan tidak akan melalui fit and proper. Rini juga menegaskan bahwa tidak akan memilih sosok yang berasal dari eksternal perusahaan jika personal dari internal perusahaan jauh lebih bagus.

"Jadi fit and proper itu dibuat kalau mereka tidak diambil dari direksi yang ada. Direksi yang ada mereka sudah melalui fit proper yang ada. Untuk eksternal juga dilihat dulu apakah lebih bagus dari internal atau tidak," ujarnya.

Sebelumnya, pengamat ekonomi politik sekaligus Direktur Lingkar Madani Ray Rangkuti menilai munculnya Sudirman Said sebagai nominator kuat calon Menteri ESDM dan Rini Soemarno sebagai Menteri BUMN memperjelas sindikasi-skema mafia baru menguasai sektor energi dan menunjukan betapa kuatnya hegemoni keluarga Soemarno di Kabinet Jokowi. Pasalnya, dengan masuknya Rini Soemarno dan Sudirman Said ke dalam Kabinet Jokowi maka semakin memperjelas skema untuk menempatkan Ari Soemarno sebagai Komisaris Pertamina guna menguasai sektor energi Migas di Tanah Air.

"Ya, skema seperti itu mungkin sekali terjadi. Tapi tidak akan mudah karena jika itu terjadi maka publik akan kembali bereaksi dan memudarkan kepercayaan kepada Presiden Jokowi," kata Ray saat ditemui beberapa waktu lalu.[dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Selamatkan Aset Negara, UIN Jakarta Jalankan Integrasi SMA/SMK Triguna

Sabtu, 04 Juli 2026 | 02:16

KPK Sita Uang Rp1 Miliar Lebih dan Puluhan Kg Platinum Hasil Korupsi Bupati Langkat

Sabtu, 04 Juli 2026 | 02:00

UI Angkat Bicara soal Kajian LGBT Mahasiswa, Begini Tanggapannya

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:48

Kronologi OTT Bupati Langkat, Mantan Anggota DPRD Sumut jadi Kurir Uang Suap

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:32

Badko HMI Sulbar Siap Kawal Kasus Kapolres Pasangkayu

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:16

Bupati Langkat juga Terima Cuan Jual Beli Jabatan Camat hingga Kepsek, Segini Nilainya

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:56

Sinergi Kemensos-ITB Visi Nusantara Serap Lulusan Sekolah Rakyat

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:37

Bupati Langkat Diduga Minta Fee 17 Persen ke Timses Usai Raup Proyek Rp10,2 Miliar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:12

Arief Poyuono Apresiasi Danantara Gandeng KPK Bersih-bersih BUMN

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:03

Bupati Langkat Syah Afandin dan Tim Sukses Tersandung Kasus Suap

Jumat, 03 Juli 2026 | 23:48

Selengkapnya