Berita

Politik

Lewat Muktamar Jakarta, Nilai Amar Maruf Nahi Munkar PPP Bisa Dikembalikan

SELASA, 28 OKTOBER 2014 | 22:20 WIB | LAPORAN:

. Muktamar Islah yang diagendakan oleh Majelis Syari’ah, yang dipimpin KH Maemoen Zubair atau biasa disapa Mbah Moen dan tim adalah langkah yang tepat. Muktamar yang diagendakan berlangsung 30 Oktober-2 November 2014 di Jakarta‎ itu dapat mengembalikan PPP kepada Khitoh atau nilai dasar sebenarnya.

Begitu dikatakan Pengamat Politik dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedillah Badrun dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa (28/10).


"Islah ini adalah jalan yang tepat disaat situasi politik yang terus dinamis di Indonesia akhir-akhir ini dengan melihat wajah kabinet yang tak sempurna dan problem negara begitu besar," kata dia.

"Islah ini adalah jalan yang tepat disaat situasi politik yang terus dinamis di Indonesia akhir-akhir ini dengan melihat wajah kabinet yang tak sempurna dan problem negara begitu besar," kata dia.

Ubedillah juga katakan, islah ini merupakan momentum yang sangat penting untuk melakukan evaluasi dan mengoreksi  dua kubu besar di PPP. Evaluasi ini dititik beratkan bahwa politik itu tidak serta merta merebut kekuasaan. Politik juga membawa nilai-nilai PPP sebenarnya yang berlandaskan Islam.

"Nilai Amar Maruf Nahi Munkar dalam PPP harus dikembalikan lagi dan inilah yang membuat situasi  politik bangsa ini lebih dinamis lagi," tandasnya.

Seperti diketahui, Majelis Syariah bersama Majelis Pakar, Majelis Pertimbangan menyatakan penyelenggaraan Muktamar PPP ke VIII yang sah akan berlangsung di Jakarta pada 30 Oktober depan. Informasinya, undangan muktamar ini ditandatangani langsung oleh KH Maemoen Zubair atau biasa disapa Mbah Moen.


Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya