Berita

susi pudjiastuti

Politik

Bertato dan Perokok, Susi Pudjiastuti Tak Pantas Menjadi Menteri

SELASA, 28 OKTOBER 2014 | 05:40 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pengangkatan Susi Pudjiastuti sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan disesalkan. Mestinya Presiden Joko Widodo cermat sebelum mengangkat seseorang menjadi menteri, termasuk menelisik bagaimana sifat dan kehidupan pribadinya.

"Karena menteri jabatan publik, mestinya dicari sosok yang bisa jadi teladan," tegas pengamat politik, Ma'mun Murod Al Barbasy, kepada (Senin, 27/10).

Ma'mun tak menampik Susi Pudjiastuti merupakan pengusaha ikan yang sukses. Namun, gayanya yang kontroversial sangat tidak cocok menjadi pejabat publik. Selain bertato dan kerap tampil seksi, wanita bersuami warga asing ini juga perokok. Bahkan dia tetap merokok di Istana Negara usai dilantik.


"Ini yang dimaksud revolusi mental? Apalagi pendidikannya hanya sampai SMP," tegas Ma'mun.

Menurutnya, orang seperti Susi mulus melenggang menjadi menteri karena Jokowi tertutup dalam menyusun kabinet. Tak ada kesempatan publik untuk memberikan masukan. "Tiba-tiba (Susi Pudjiastuti) menjadi menteri," ungkap dosen FISIP Univesitas Muhammadiyah Jakarta ini.

Ma'mun tak bermaksud merendahkan Susi Pudjiastuti, terutama soal pendidikannya. Karena memang, banyak orang yang berpendidikan belum tentu sukses. Tapi tetap saja pendidikan itu penting agar memotivasi anak-anak Indonesia tetap bersekolah.

Apalagi, dia mengingatkan, Susi Pudjiastuti tidak sekolah bukan karena tidak ada biaya. Karena dia lahir dari keluarga yang berkecukupan. "Khawatir ini malah jadi contoh, anak-anak tak mau sekolah lagi," cetus doktor politik jebolan Univesitas Indonesia ini.

Karena itulah menurutnya, Jokowi semestinya tetap mengangkat orang yang punya pendidikan 'formal' tapi dengan syarat utama paham dan berpengalaman di bidangnya, dalam hal ini kelautan dan perikanan.

"Masih banyak orang yang sukses dibanding (Susi Pudjiastuti) tapi tetap mengedepankan pendidikan formal dan sudah lulus uji publik," tegasnya.

Muhammad Najikh misalnya. Berangkat dari keluarga sederhana, sarjana lulusan Institut Pertanian Bogor itu merupakan pengusaha sukses di bidang perikanan. Lewat PT. Kelola Mina Laut, Najikh mengekspor produk olahan laut di ke empat benua.

Bahkan saat ini karyawan Najikh, yang juga aktif sebagai Ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Muhammadiyah Jawa Timur itu, mencapai 14 ribu.

Tak hanya itu, Najikh juga memberdayakan ratusan bahkan ribuan nelayan. Makanya, dia paling direkomendaasikan Tim Seleksi Menteri sebuah media terpercaya yang melibatkan sejumlah pakar yang kredibel untuk menjadi Menteri Perikanan dan Kelautan.

"Kalau saya tidak salah, hasil Tim Seleksi Menteri itu juga sudah diserahkan ke Jokowi. Artinya dia sudah lulus uji publik. Namun, entah kenapa tiba-tiba yang diangkat (oleh Jokowi) itu Susi Pudjiastuti. Padahal (Susi Pudjiastuti) tak pernah diperbincangkan publik sebelumnya akan menjadi menteri," tandas Sekretaris Umum Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) Cabang Jakarta ini. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya