Berita

bonaran situmeang/net

Hukum

Bonaran Bantah Simpan Handphone di Rutan Guntur

JUMAT, 24 OKTOBER 2014 | 11:56 WIB | LAPORAN:

Terdakwa kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Kabupaten Tapanuli Tengah, Bupati non aktif, Raja Bonaran Situmeang, membantah pernah menyimpan handphone atau telepon seleluler (ponsel) di tempat dia ditahan saat ini, Rutan KPK cabang Pomdam Jaya Guntur, Jakarta Selatan.

"Saya tidak pernah memiliki ponsel (di rutan). Saya mau ini clear semua," kata Bonaran di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Jumat (24/10).

Bonaran datang ke KPK guna menjalani pemeriksaan sebagai tersangka atas kasus yang menjeratnya. Bonaran juga menjelaskan, dia akan mengkonfirmasi langsung ke KPK soal kabar penyitaan ponsel tersebut.


"Saya minta hari ini KPK mengkonfirmasi siapa yang punya ponsel itu. Kalau tidak, kuasa hukum saya nanti akan menyurati Kepala Rutan," terang Bonaran.

Walau begitu, Bonaran tak menampik ada sidak yang dilakukan ke Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur dan Rutan KPK di Gedung KPK.

"Ada sidak itu. Tapi saya tidak tahu (siapa-siapa yang punya ponsel), kan mereka yang menyidak. Saya tidak punya ponsel dan tidak dihukum," tandasnya.

KPK melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur dan Rutan KPK di Gedung KPK beberapa hari lalu. Dari sidak itu, mereka menemukan ada tahanan yang menyimpan ponsel di dalam Rutan.

Salah satu tahanan yang disebut kedapatan menyimpan ponsel adalah Raja Bonaran Situmeang. Selain Bonaran, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan yang merupakan adik Gubernur Banten non aktif Ratu Atut Chosiyah, juga kedapatan menyimpan ponsel di dalam kamar tahanan.

Mereka yang kedapatan punya ponsel diberi sanksi oleh KPK. Sanksi itu berupa tidak boleh dikunjungi kerabat dan keluarga selama 1 bulan. [ald]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Dimakamkan di Mashhad

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:21

Wall Street Ditutup Menguat Didorong Harapan Negosiasi Iran-AS

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:08

Terjaring OTT KPK, Bupati Sukoharjo Diduga Peras Perangkat Daerah

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:50

Menkes Budi Ajak Kreator Jadikan Pola Makan Sehat Sebagai Tren Baru

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:45

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jakarta Dicecar KPK soal Pengadaan Rel di DJKA

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:32

Harga Emas Melonjak Didorong Aksi Bargain Hunting dan Sentimen Geopolitik

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:21

Sentimen AI Pulihkan Bursa Eropa, STOXX 600 Menguat

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:12

OTT di Solo Raya: Selain Bupati Sukoharjo KPK Juga Amankan 4 Orang Lainnya

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:04

Ekonomi NTB Tumbuh 13,64 Persen, Peluang Lahirnya Inovasi Anak Muda Kian Terbuka

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:01

Kepindahan Narji dari PKS ke PSI Dianggap Kutu Loncat Gurem

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:58

Selengkapnya