Berita

SMI dan CT Termasuk yang Ditolak Aktivis 98 Jadi Menteri Jokowi

KAMIS, 23 OKTOBER 2014 | 02:31 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Dalam upaya mengawal pemerintahan Jokowi-JK, Forum Aktivis 98 melakukan verifikasi terhadap figur-figur yang santer disebut-sebut bakal jadi menteri. Hasil verifikasi menyimpulkan nama Sri Mulyani Indrawati (SMI) satu dari beberapa nama calon menteri bermasalah.

"Sri Mulyani misalnya, namanya sangat kental dengan megaskandal korupsi Bank Century. Oleh karena itu kami mengingatkan dan mengimbau presiden terpilih agar tidak memilihnya," ujar Humas Forum Aktivis 98, Nuryaman 'Berry' Hariyanto, dalam keterangan pers yang diterima (Rabu, 22/10).

Selain SMI ada beberapa nama yang menurut hasil verifikasi Forum Aktivis 98 juga tidak layak dipilih dan duduk dalam jajaran kabinet yang baru nanti. Mereka adalah Rini Sumarno, Chairul Tanjung (CT), Denny Indrayana, Rusdi Kirana, Agus Martowardoyo, Kuntoro Mangkusubroto, Karen Agustiawan, dan beberapa nama lainnya.


Sama seperti SMI, alasan Rini Sumarno tidak layak dimasukkan ke kabinet karena disebut-sebut terbelit sejumlah kasus. Rini bahkan pernah diperiksa KPK terkait kasus dugaan korupsi BLBI.

Adapun Agus Martowardoyo, Kuntoro Mangkusubroto, Chairul Tanjung, dan Karen Agustiawan dinilai bisa menggembosi pemerintahan Jokowi bila dipilih jadi menteri karena pada pilpres lalu secara konkret mendukung pasangan Prabowo-Hatta.

"Sementara, Denny Indrayana dan Rusdi Kirana adalah sosok yang selalu kontroversial dan tidak mengerti mengenai menejemen pemerintahan. Pendapat kami ini diperkuat oleh data media yang juga merilis sebagian nama-nama di atas," papar Berry.

Forum Aktivis 98 mengingatkan Jokowi tidak memasukkan nama-nama tersebut untuk duduk di kementerian manapun dan dalam posisi apapun di pemerintahan. Secara tegas mereka menyatakan akan kembali turun kejalan dan melakukan "perlawanan" terhadap pemerintahan Jokowi-JK, apabila ternyata nama-nama tersebut ditempatkan sebagai menteri dalam kabinet Jokowi-JK.

"Jika imbauan ini tidak diindahkan, kami akan kembali merapatkan barisan untuk memberikan teguran keras kepada Jokowi-JK. Dan itu kami lakukan semata-mata untuk terciptanya iklim pemerintahan yang sehat, terhormat dan berwiba serta bersih dari anasir-anasir masa lalu." pukasnya.[dem]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya