Berita

Politik

Megawati yang Rekomendasi Rini Sumarno Jadi Menteri

RABU, 22 OKTOBER 2014 | 22:45 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Nama mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rini Sumarno disodorkan PDIP jadi calon menteri. Kenapa PDIP menyodorkan nama Rini padahal dia bukan fungsionaris partai?

Politisi PDIP Eva Kusuma Sundari memastikan nama Rini Sumarno direkomendasikan langsung Megawati Soekarnoputri.

"Itu karena privilege Bu Mega," kata Eva ketika bebicara dalam talkshow Mata Najwa yang disiarkan live di salah satu stasiun televisi swasta nasional, sesaat lalu (Rabu, 22/10).


Eva menjelaskan nama Rini Sumarno merupakan satu dari belasan nama calon menteri yang disodorkan banteng moncong putih kepada Jokowi. Awalnya PDIP memberikan 10 nama, namun belakangan disusulkan beberapa nama tambahan karena ada nama-nama baru hasil pendalaman internal.

Lebih lanjut Eva memastikan jatah PDIP di kabinet juga sudah berubah. Sebelumnya dari 10 calon yang disodorkan PDIP maka yang jadi menteri hanya 5 saja.

"Saya dengar perkembangannya jadi enam," pungkas Eva.

Kabarnya Jokowi akan menunjuk Rini sebagai menteri negara badan usaha milik negara (BUMN). Mantan CEO Astra Internasional yang juga Ketua Tim Transisi itu dinilai memiliki pengalaman yang cukup untuk mengisi pos kementerian BUMN.

Namun seiring dengan kabar itu, penolakan publik terhadap Rini masuk kabinet juga tersebar luas.Ikatan Santri Indonesia Sarungan (ISIS) misalnya meminta Jokowi tak merekrut Rini karena terlibat dalam kasus BLBI.

"Kita ingin menolak Rini Sowandi menjadi bagian pemerintahan Jokowi," kata Ketua kordinator ISIS Darwi di depan Kantor Transisi Jokowi-JK, jalan Situbondo nomor 10, Jakarta Pusat (Ahad, 10/8).

Belakangan Rini disebut-sebut satu dari delapan calon menteri yang diminta KPK tak dipilih, karena menurut Ketua KPK Abraham Samad dalam waktu dekat akan jadi tersangka.[dem]

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Indeks Kecakapan Bahasa Inggris di Indonesia Masih Rendah, Ini Sebabnya

Selasa, 09 Juni 2026 | 22:16

Putusan Kasasi MA Sengketa Lahan Digugat, Prinsipal Lapor Badan Pengawas

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:53

KPK dan Polri Ternyata Lakukan Joint Investigation dalam OTT Bupati Muara Enim

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:44

Badak Kalimantan Terakhir di Alam Liar Segera Dievakuasi

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:16

Nadiem Kecewa Replik Jaksa Abaikan Fakta Persidangan

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:05

Budi Bantah Ditawari Jadi Menkeu: Sekarang Masih Menkes!

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:00

Citizen Lawsuit, Rangkap Jabatan Otto Hasibuan Digugat ke Pengadilan

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:52

DEN Ingatkan Risiko Inflasi Imbas Rupiah Melemah

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:45

Besok Prabowo ke Lampung, Tinjau RSUD Krui

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:36

Luhut: 80 Persen Data Pemerintah Sudah Terhubung Lewat GovTech Berbasis AI

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:21

Selengkapnya