Berita

Hukum

Pesan KPK Untuk Jokowi-JK

SENIN, 20 OKTOBER 2014 | 15:23 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berpesan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan wakilnya, Jusuf Kalla (JK) agar konsisten dalam memberantas korupsi.

"Terkait pemberantasan korupsi, untuk mencapai program-program yang diinginkan, perlu konsistensi. Jangan sampai program disusun baik tapi tidak terlaksana sehingga tidak mencapai sasaran," kata Wakil Ketua KPK Zulkarnaen dalam pesan singkatnya, Senin (20/10).

Jokowi juga harus mengetahui betul permasalahan negeri ini secara baik. Hal itu agar semua masalah dapat diselesaikan oleh Jokowi dan JK. Walau begitu, dia enggan membanding-bandingkan antara Presiden sebelumnya Susilo Bambang Yudhoyono dan Jokowi.


Terutama terkait dengan permasalahan korupsi, di mana tiga menteri aktif di jaman pemerintahan SBY jadi tersangka, yakni mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, mantan Menteri Agama Suryadharma Ali, serta mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik.

"Saya tidak melihat dari aspek membandingkan, tapi permasalahan kita ini cukup banyak, terutama disebabkan korupsi yang cukup tinggi. Misalnya program pemerintah dibuat sedemikian rupa, tapi klo ada korupsinya tidak jalan program itu," terang dia.

Menurutnya, KPK sendiri sudah menyampaikan delapan agenda pemberantasan korupsi kepada Jokowi jauh sebelum dilantik. Agenda-agenda itu merupakan hasil kajian KPK selama ini. Di antaranya terkait reformasi birokrasi, administrasi kependudukan, pengolahan sumber daya alam, penerimaan negara, pendidikan, dan ketahanan pangan.

"KPK punya hasil kajian, itu bisa membantu presiden di pemerintahannya. Delapan agenda pemberantasan korupsi yang dibikin KPK bisa membantu dan itu sudah disampaikan. Kami harap itu dilaksanakan secara baik dan optimal," tandasnya.[wid]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Dimakamkan di Mashhad

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:21

Wall Street Ditutup Menguat Didorong Harapan Negosiasi Iran-AS

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:08

Terjaring OTT KPK, Bupati Sukoharjo Diduga Peras Perangkat Daerah

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:50

Menkes Budi Ajak Kreator Jadikan Pola Makan Sehat Sebagai Tren Baru

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:45

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jakarta Dicecar KPK soal Pengadaan Rel di DJKA

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:32

Harga Emas Melonjak Didorong Aksi Bargain Hunting dan Sentimen Geopolitik

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:21

Sentimen AI Pulihkan Bursa Eropa, STOXX 600 Menguat

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:12

OTT di Solo Raya: Selain Bupati Sukoharjo KPK Juga Amankan 4 Orang Lainnya

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:04

Ekonomi NTB Tumbuh 13,64 Persen, Peluang Lahirnya Inovasi Anak Muda Kian Terbuka

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:01

Kepindahan Narji dari PKS ke PSI Dianggap Kutu Loncat Gurem

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:58

Selengkapnya