Berita

Politik

Kabinet Jokowi-JK: Apapun Makanannya, Neolib Minumannya

SELASA, 14 OKTOBER 2014 | 20:31 WIB | OLEH: M. HATTA TALIWANG

BEBERAPA saat setelah penetapan Pak JK (Jusuf Kalla) sebagai calon wakil presiden untuk Jokowi, saya diajak tokoh-tokoh Kawasan Timur Indonesia (KTI) diantaranya DR Laode Ida, bertemu Pak JK di rumahnya di Dharmawangsa Kebayoran Baru.

Ketika tiba giliran saya bicara, saya sampaikan aspirasi teman-teman dengan kalimat lebih kurang: "Pak JK, jika bapak ada kesempatan lagi jadi Wapres, berkenankah memberi kesempatan lebih luas ke teman-teman KTI untuk duduk dalam Kabinet sehingga teman-teman tidak merasa bahwa KTI cuma diwakili Sulsel? Karena kalau tak salah pada periode bapak Wapres tempo hari banyak rekruit menteri dan Petinggi asal Sulsel.

Beliau tersentak dan mencoba menjelaskan dan meluruskan meskipun tak ada jawaban kongkrit untuk membantu teman teman KTI untuk dapat berkiprah dalam kabinet.


Itu tidak pernah saya pikirkan lagi, sampai suatu hari ketika baru saja pak JK terpilih lagi sebagai Wapres Jokowi. Teman-teman minta saya ingatkan lagi Pak JK, namun saya tak pernah mau lagi kawatir dicurigai saya punya ambisi pribadi. Yang ingin saya ceritakan disini adalah bagian lain dari pertanyaan saya ke pak JK.

"Apakah kabinet JKW-JK kelak akan tetap akomodir orang-orang berpaham neoliberalisme yang selama ini telah mengobrak-abrik kedaulatan bangsa dan negara RI ?"

Lebih kongkrit saya singgung kira-kira siapa calon Menkeu, Menko Perekonomian, Menperdagangan/Industri, Menteri ESDM, Menkes, Menlu dan Menhan. Saya tahu bahwa pak JK tidak akan menjawab kongkrit, tapi pertanyaan itu sendiri sudah memberi pesan bahwa siapapun akan mengisi kementerian tersebut akan sangat menggambarkan “ideologi kabinet, ideologi JKW-JK”. Akan menjawab pertanyaan benarkah JKW JK akan membentuk kabinet Trisakti seperti yang selama ini di gembar-gemborkan?

Kepergian Megawati dan JK ke Wahington setelah pasangan JKW-JK terpilih menimbulkan spekulasi bahwa akan ada pesan-pesan sponsor dari "majikan besar". Salah satu dugaan itu adalah menyangkut kepastian bahwa kabinet JKW-JK harus tetap dalam warna asli neoliberalisme, sehingga menjamin Indonesia tetap dalam kendali majikan.

"Apapun makanannya neoliberalis minumannya." Kira kira begitu pesan iklannya. Kini bau-bau kabinet neolib mulai tercium.

Ya ternyata Indonesia sesuai yang kami tulis dalam berbagai artikel di buku kami Republik di Ujung Tanduk, tidak akan menemukan jalan lain: Tetap mengabdi ke majikan besar, penguasa kapitalisme global. Tetap dalam kendali asing, aseng dan asong.

Lalu cerita manis tentang kedaulatan ekonomi, Trisakti, nasionalisme ekonomi dan lain-lain, yang berkobar saat kampanye, dibuang kemana ya? Lantas dimana beda JKW-JK dengan SBY-Boed? Oh Indonesia, suratanmu![***]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Ruang Digital Kondusif Faktor Penting Jaga Stabilitas Ekonomi dan Politik

Rabu, 05 Agustus 2026 | 04:03

Dibungkam Maung Bandung 2-1, STY Sebut Pemain Persija Belum Maksimal

Rabu, 05 Agustus 2026 | 03:43

Kuliah Koperasi untuk Feri Amsari

Rabu, 05 Agustus 2026 | 03:18

Gagasan Anti-Penjajahan Soemitro jadi Modal Bangsa Hadapi Dinamika Global

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:55

BRI Gelar Kick-Off BRIncubator 2026 Songsong Akselerasi UMKM Naik Kelas

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:33

Ziarahi Makam Bung Karno, Muzani Tegaskan Indonesia Rumah Bersama

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:12

Penentu Tingkat Kesuksesan suatu Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 01:43

Ikan Gabus Baik untuk Ibu Pascamelahirkan, Begini Penjelasannya

Rabu, 05 Agustus 2026 | 01:17

Indonesia-Thailand Makin Mantap Jaga Kawasan Selat Malaka

Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:58

Utang Pinjol Warga RI Naik 25,88 Persen, Tembus Rp105 Triliun Hingga Juni 2026

Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:30

Selengkapnya