Berita

Jokowi harus Konsisten Mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia

SENIN, 13 OKTOBER 2014 | 21:23 WIB | LAPORAN:

Masyarakat Indonesia Timur sangat berharap Presiden Terpilih Jokowi benar-benar melaksanakan komitmennya mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim.

Hal itu disampaikan Pendiri Yayasan Archipelago Solidarity Engelina Pattiasina kepada wartawan di Jakarta, Senin (13/10) terkait rencana akan digelar Saresahan Nasional 150 Doktor dan Profesor membahas strategi maritim Indonesia untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia di Kampus Universitas Katolik (Unika) Atmajaya, Semanggi, Jakarta Pusat pada Rabu (15/10).

Saat memberikan keterangan, Angelina didampingi Dekan Fakultas Hukum Unika Atmajaya Tommy Hendra Purwaka.


Menurut Angelina, masyarakat Indonesia bagian Timur sangat mendukung gagasan Jokowi mewujudkan programnya tersebut. Makanya dalam kaitan mendukung program itu, pihaknya telah melakukan berbagai kegiatan seperti diskusi membahas persoalan maritim sampai pada kegiatan deklarasi Poros Maritim sebagai jalur rempah dunia.

"Bagaimana kalau Jokowi tidak mewujudkan program tersebut. Sementara masyarakat kawasan Indonesia sangat berharap Jokowi konsisten dengan janjinya tersebut," tanya wartawan.

Angelina mengatakan kalau dirinya sulit menjawabnya. Dia hanya mengatakan kalau banyak profesor dan doktor yang diundang pada sarasehan sangat mendukung program poros maritim yang pernah dijanjikan Jokowi saat kampanye Pilpres. Program itu menurut Angelina sangat dibutuhkan masyarakat Indonesia Timur agar dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.

"Para Profesor dan Doktor kan juga mewakili suara sebagian rakyat Indonesia yang melihat poros maritim satu kebutuhan yang harus diwujudkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kawasan Timur yang selama ini terkungkung dengan kemiskinan. Dan Jokowi harus bisa memahaminya," kata Angelina.

Sebab selama ini konflik yang terjadi diberbagai daerah di kawasan Indonesia dikarenakan kesenjangan ekonomi. Persoalan ini ujarnya jangan dibiarkan dan kalau dibiarkan akan menjadi masalah politik yang sangat berbahaya sekali. Namun dia tidak merinci bahaya politik yang dimaksud.

"Kami hanya berharap Pak Jokowi mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia seperti yang dijanjikan," ujarnya.

Makanya dalam sarasehan itu, pihaknya juga mengundang Jokowi untuk hadir. Dalam sarasehan itu, tidak ada pembicara khusus membahas persoalan maritim tapi setiap orang yang hadir yaitu para doktor dan profesor dari berbagai universitas akan menyampaikan usulannya selama lebih kurang 1-2 menit.

‎Ketika ditanya tentang siapa yang layak dijadikan menteri kementerian maritim, Angelina mengatakan, menteri kelautan mendatang harus sosok yang memahami sejarah dan prospek jalur rempah nusantara sebagai kekuatan membangkitkan kekuatan nasional.
‎
Engelina mengemukakan, bila selama ini pembangunan lebih banyak berbasis daratan, sudah saatnya bergeser ke laut dan kepulauan. Apalagi sejarah sudah membuktikan bahwa di masa lalu nusantara berjaya karena penguasaan laut.

Hal senada disampaikan Tommy. Untuk mengisi pos kementerian itu adalah tokoh yang  memiliki komitmen terhadap kelautan kepulauan menyambut baik visi-misi negara maritim presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi). Program ini juga menurut dia, membangkitkan semangat baru, karena eksistensi RI sebagai negara maritim nyaris terlupakan karena domoniasi kebijakan dan pola pembangunan kontinental.

Apabila Tiongkok memiliki Jalur Sutra Maritim yang telah ada sejak tahun 100 sebelum Masehi untuk jual-beli sutra, keramik dan teh, Indonesia memiliki jalur sendiri yang dikenal sebagai Jalur Rempah.

"Jalur ini terbukti berabad-abad lalu mampu mengontrol ekonomi dunia dan mampu menghubungkan kota-kota utama di dunia," demikian Tommy.

Sebanyak 150 doktor dan profesor hadir pada acara tersebut diantaranya adalah Dr Makarim Wibosono, Dr La Ode Ida, Prof Winarno, Prof Dr John Palinggi, Dr Ignas Kleden, Dr Thamrin Amal Tomagola dan Prof Dr Marthinus Johanes Saptenno dan lain-lain. [zul]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya