Sekertaris Jendral Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki Moon melakukan sebuah kunjungan mendadak ke Libya, Sabtu (11/10).
Hal tersebut dilakukan Ban guna mendesak pihak-pihak yang bertikai untuk mengakhiri gejolak yang mencengkram di salah satu negara Afrika itu sejak Muammar Khadafi digulingkan pada tahun 2011 lalu.
"Biarkan saya menjelaskan, jika konfrontasi kekerasan tidak segera dihentikan, jika perdamaian tidak dikembalikan, maka kemakmuran dan kehidupan yang lebih baik akan menjadi mimpi yang sulit terwujud," kata Ban sesaat setelah tiba di Tripoli, seperti dikutip AFP.
Ban dijadwalkan akan bertemu dengan petinggi-petinggi partai politik, yang juga akan dihadiri oleh Wakil Ketua DPR, dan beberapa anggota parlemen.
Pada kesempatan itu, Ban berencana mendesak pemerintah Libya untuk pembentukan kabinet persatuan nasional guna menekankan pentingnya pemerintahan yang kuat yang mampu melaksanakan keputusan di negara di mana kelompok-kelompok militan telah berhasil menguasai banyak wilayah.
"Tidak ada alternatif untuk dialog," kata Ban menjelang pertemuan, juga dihadiri oleh Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Menteri Luar Negeri Italia Federica Mogherini, serta utusan dari Inggris, Perancis dan Malta.
[dem]