Berita

foto:net

Adhie M Massardi

PKB Jadi “Partai Ketimun Bungkuk”

KAMIS, 09 OKTOBER 2014 | 15:23 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pertarungan perebutan kekuasaan di Senayan yang melibatkan dua kekuatan politik, Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) ternyata membuat Adhie M Massardi terpukul. Padahal jubir presiden Gus Dur ini bukan pendukung salah satu kubu. Lalu apa pasal?
 
“Saya sedih melihat nasib politik PKB. Dalam pertarungan dua gajah politik itu, parpol yang dibesarkan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan para kiai sepuh NU bukannya memainkan peran gajah ketiga, eh malah jadi pelanduk yang terinjak-injak,” kata Adhie kepada di Jakarta, Kamis (9/10).
 
Bahkan secara lebih spesifik, koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) ini menyebut PKB sekarang jadi seperti “Partai Ketimun Bungkuk”. Di dunia bisnis sayuran, ketimun bungkuk tak pernah masuk hitungan. Maka kalau tidak dibuang, ya buat bonus pembeli sayur-mayur.
 

 
“Padahal dengan 47 kursi parlemen, PKB seharusnya bisa memainkan peran penting dalam konstelasi politik nasional agar jadi lebih bermartabat dan bermanfaat bagi kemaslahatan umat. Tapi dalam pekan pergolakan politik di Senayan sekarang ini, PKB kalah gesit dibanding PAN (49), bahkan PKS (40) dan PPP (39) yang kursinya lebih kecil,” katanya.
 
Politik menghamba kepada majikan yang dijalankan Muhaimin Iskandar dkk, menurut Adhie, benar-benar menenggelamkan pamor PKB. Secara khusus bahkan melemahkan politik kaum Nahdliyin.
 
“Selama 10 tahun kemarin, PKB tunduk di ujung telunjuk SBY sang majikan. Kalau tidak ada revolusi mental di jajaran pimpinannya, bukan mustahil nanti berada di ujung kelingking Bu Megawati, induk semang mereka dalam koalisi,” kata Adhie.
 
Ketika disinggung bahwa faktanya Muhaimin bisa menaikkan suara PKB secara signifikan pada pemilu 2014 (47 kursi - 9,31%),  Adhie menampik kalau itu dianggap hasil kerja politik Cak Imin dkk.
 
“Pada pemilu 2009 kami, Gusdurian dan para kiai yang marah karena Gus Dur dihardik Muhaimin dkk, melakukan aksi menggembosi PKB. Akibatnya PKB hanya dapat 26 kursi (4,94%). Tapi pada 2014, Gusdurian dan para kiai NU ingin menyelamatkan PKB sebagai representasi politik ahlus sunnah waljamaah di parlemen. Sedangkan Muhaimin Iskandar dkk bisa diurus nanti. Ini faktor utama kenaikkan suara PKB pada pemilu 2014,” ungkap Adhie.
 
“Makanya, kalau mental ‘abdi dalem‘ di jajaran pimpinannya tidak direvolusi agar PKB bisa sungguh-sungguh menyuarakan aspirasi umat, bukan mustahil kami dan para kiai akan mengambil langkah tegas demi menyelamatkan PKB dari perbudakan politik,” pungkas Adhie. [rus]

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya