Berita

Politik

SBY Siapkan Keputusan Presiden untuk Tuntaskan Riset Gunung Padang

SABTU, 04 OKTOBER 2014 | 23:54 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Pemerintah akan menerbitkan peraturan khusus mengenai penelitian di situs megalitikum Gunung Padang, di Cianjur, Jawa Barat. Payung hukum yang lebih kuat ini dibutuhkan agar penelitian yang telah berlangsung selama tiga tahun itu tidak terhenti begitu saja.

Demikian disampaikan Presiden SBY usai mendengarkan laporan para ahli yang terlibat dalam penelitian itu di Ruang Rapat Terbatas di Istana Negara, Sabtu malam (4/10).

Rapat dihadiri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, Menteri Sekretaris Kabinet Dipo Alam, juga Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Gatot  Nurmantyo.


Empat ahli yang memberikan laporan kepada SBY adalah DR. Danny Hilman, DR. Andang Bachtiar, DR. Bagus Endar dan DR. Ali Akbar.

Rombongan peneliti dipimpin Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana Andi Arief yang merupakan inisiator Tim Terpadu Riset Mandiri (TTRM).

Secara umum para peneliti Gunung Padang mengatakan bahwa penelitian lebih lanjut yang mereka lakukan, yang sejak bulan Agustus lalu diperkuat oleh tim pendukung dari TNI AD, berhasil membuktikan bahwa apa yang dikenal sebagai situs megalitikum Gunung Padang tidak sesederhana yang dibayangkan sebelumnya.

Penggalian pada sejumlah titik yang dijadikan sample memperlihatkan struktur di bawah permukaan Gunung Padang tidak terjadi secara alami, seperti yang telah diperkirakan sebelumnya dari hasil penelitian dengan menggunakan teknik geolistrik, georadar dan tomografi serta Light Radar.

DR. Ali Akbar juga memperlihatkan dua artefak penting yang ditemukan dalam penggalian beberapa bulan terakhir. Pertama, sebuah benda logam lempeng berbentuk koin, dan kedua benda dari batu berbentuk ulir segitiga yang konsisten yang mengandung logam.

“Ini sebuah mega proyek sebetulnya, bukan dari segi magnitude apa yang akan kita pugar, renovasi dan bangun kembali, tetapi dari nilai kesejarahan bagi bangsa ini,” ujar SBY usai mendengarkan pemaparan para ahli.

SBY mengatakan, dirinya kini memikirkan penuntasan penelitian di Gunung Padang. Misalnya, dengan time frame selama lima tahun.

“Kalau (dalam time frame itu) sudah jadi seperti Borobudur dan piramida yang ada di Mesir maka ini akan jadi sumbangan besar bukan hanya untuk Indonesia, tetapi juga untuk dunia,” ujarnya.

Sambung SBY, dirinya masih punya waktu untuk menerbitkan keputusan agar penelitian di Gunung Padang bisa tuntas.

“Saya memikirkan, sebelum saya selesai masih ada waktu beberapa minggu ini, kalau saya keluarkan Keputusan Presiden untuk keberlanjutan (penelitian) dan akan saya sampaikan kepada pengganti saya untuk memayungi dan memberikan peluang agar ini berjalan terus,” kata dia lagi.

Bahkan, masih kata SBY, demi kesinambungan penelitian, dalam kapasitas pribadi sebagai mantan presiden dirinya pun bersedia menjadi pelindung penelitian sampai tuntas.

“Dalam bayangan saya ahli-ahli dari seluruh dunia akan datang ke tempat itu untuk mengetahui what happened pada 5.200 tahun sebelum Masehi itu,” demikian SBY. [guh] 

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya