Presiden Afghanistan yang baru diresmikan, Ashraf Ghani, menyatakan, kehadiran tentara NATO di negaranya telah membuat dunia menjadi tempat yang lebih aman.
Pernyataan ini disampaikan saat Ghani bertemu dengan Perdana Menteri Inggris, David Cameron, di Kabul pada Jumat (3/10).
"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada keluarga-keluarga (para tentara NATO) atas kehilangan orang yang mereka cintai. Mereka berdiri bahu-membahu (dengan pasukan Afghanistan), dan kami akan mengingatnya," kata Ghani, seperti dikabarkan AFP.
Di awal kepemimpinannya, Ghani sudah mulai mengembalikan hubungan antara Afghanistan dengan Amerika Serikat dan NATO, dengan menandatangani perjanjian keamanan bilateral yang enggan dilakukan oleh pendahulunya Hamid Karzai.
Dengan ditandatanganinya perjanjian tersebut, kehadiran tentara NATO akan diperpanjang hingga tahun 2015.
"Biarkan aku berterima kasih kepada setiap prajurit dan warga sipil yang terluka di Afghanistan dan kepada mereka yang telah meninggalkan potongan-potongan tubuh mereka di sini," lanjut Ghani.
"Kenangan mereka telah menghantui, tapi saya berharap mereka juga akan ingat sisi baik dari Afghanistan," ujarnya.
[wid]