Berita

Dunia

9 Tentara MINUSMA Tewas diserang Militan di Mali

SABTU, 04 OKTOBER 2014 | 10:03 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Sembilan tentara MINUSMA asal Nigeria tewas diserang militan yang terkait dengan jaringan Al-Qaeda di timur laut Mali, Jumat (3/10).

MINUSMA mengungkapkan kepada AFP, serangan itu dilakukan oleh Gerakan untuk Keesaan dan Jihad di Afrika Barat (MUJAO).

"Ini adalah serangan paling mematikan terhadap misi PBB di Mali," begitu pernyataan dari MINUSMA.


Pesawat militer segera dikerahkan untuk mengamankan daerah tersebut.

Serangan ini telah menambah panjang daftar korban tewas menjadi 30 orang sejak penyebaran tentara MINUSMA pada Juli tahun lalu.

Seorang pejabat MINUSMA mengungkapkan, insiden terjadi saat konvoi pasukan penjaga pedamaian PBB itu tengah berjalan di jalan Menaka-Asongo. Mereka disergap oleh sekawanan orang yang menggunakan sepeda motor.

"Para teroris telah mengancam untuk melakukan serangan dalam jangka sampai Hari Raya Idul Adha," kata sumber tersebut.

Menteri Inggris untuk Afrika, James Duddridge, marah atas insiden penyerangan ini dan menyebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

"Saya mengutuk serangan ini tanpa syarat. Serangan terhadap perwakilan PBB tidak bisa diterima dan tidak dapat dibenarkan. Pikiran dan simpati saya berikan untuk keluarga dan rekan-rekan dari korban yang tewas dan terluka dalam serangan itu, dan untuk pemerintah dan rakyat Mali dan Niger," kata Duddridge. [mel]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Perbedaan Perlakuan Tersangka Jadi Ujian Kesetaraan Hukum

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:23

KDKMP Kembalikan Kendali Ekonomi ke Warga Desa

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:19

Jangan Terjebak Angka, Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak ke Masyarakat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:24

Gus Salam: Caketum PBNU Harus Bersaing Secara Sehat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:21

Kuasa Hukum Yaqut Tegaskan Kebijakan Kuota Haji Harus Dinilai Utuh

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:14

Konsolidasi Rakyat untuk Pemerintahan Bersih

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:48

Petani Diminta Jangan Tertipu Konten Pupuk Viral di Medsos

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:23

Menteri Luar Negeri Layak Diganti karena Dicap Tidak Profesional

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:54

InfraNexia jadi Pilar Utama Bisnis Telkom untuk Wholesale Connectivity

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:27

BGN Libatkan Peran Guru Perkuat Pengawasan MBG

Minggu, 09 Agustus 2026 | 04:48

Selengkapnya