Berita

Dunia

Resmi, Indonesia Buka Hubungan Diplomatik dengan Republik Malawi

SELASA, 30 SEPTEMBER 2014 | 19:17 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Pemerintah Indonesia resmi membuka hubungan diplomatik dengan Republik Malawi. Hal ini dilakukan melalui penandatanganan Komunike Bersama (Joint Communique) antara Menteri Luar Negeri RI, Marty Natalegawa dan Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Malawi, George Thapatula Chaponda.

Dalam surat elektronik yang dikirim Perutusan Tetap Republik Indonesia pada Perserikatan Bangsa-Bangsa di  New York, penandatangan dilaksanakan di Markas Besar PBB di New York, di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB ke-69, Senin (29/9).

"Saat ini merupakan hari bersejarah di mana Indonesia dan Malawi secara resmi membuka hubungan diplomatik untuk memajukan persahabatan dan kerja sama antara kedua negara dan bangsa," terang Menlu Marty Natalegawa dalam pertemuan bilateral yang dilakukan seusai penandatanganan Komunike Besama.


Menlu RI menambahkan bahwa banyak isu potensial yang dapat dijadikan agenda kerja sama bilateral kedua negara, antara lain melakukan konsultasi bilateral secara regular, dan mempertemukan komunitas bisnis dalam pameran perdagangan dan industri.

"Saling dukung antara dua negara berkembang sangat penting. Karena itu, kedua negara harus berusaha mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan melalui kerangka agenda pembangunan Pasca-2015," tambahnya.

Menlu RI juga menyampaikan bahwa kedua negara perlu mewujudkan dukungan konkret untuk isu Palestina. Sementara Menlu Malawi juga menyampaikan kegembiraan atas dibukanya hubungan diplomatik antara kedua negara, terutama mengingat bahwa Indonesia telah sering bekerja sama dengan Malawi.

"Pembukaan hubungan diplomatik sangat penting untuk meningkatkan kualitas hubungan kedua negara. Untuk itu, kami mengundang Menlu Marty untuk datang ke Malawi guna mengembangkan potensi kerja sama dengan Malawi," ucap Menlu Malawi.

Menlu Malawi juga menyampaikan bahwa isu yang menjadi sorotan bagi Malawi adalah isu-isu lingkungan dan perdagangan. Sedangkan untuk isu Palestina, Menlu Malawi menegaskan bahwa kedua pihak harus mendukung berdirinya negara Palestina.

Melalui pembukaan hubungan diplomatik ini, Indonesia tercatat telah memiliki hubungan diplomatik dengan 186 negara anggota PBB dari keseluruhan 193 negara. Sebagai catatan, pada tahun 2010 DPR RI telah menyetujui pembukaan hubungan diplomatik dengan 21 negara anggota PBB.

Sebagai tindak lanjut hal tersebut, pada tahun 2011 sampai 2014 telah dilakukan pembukaan hubungan diplomatik dengan 17 negara, yaitu Mauritania, El Salvador, San Marino, Montenegro, Republik Dominika, Niger, Sao Tome dan Principe, Antigua dan Barbuda, Bhutan, Botswana, Tuvalu, Haiti, Nauru, Kiribati, Saint Kitts and Nevis, Belize dan sekarang dengan Malawi. [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

TNI Siap Turunkan Penerjun Khusus Padamkan Api Karhutla

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:50

KDKMP Upaya Merebut Kedaulatan Rakyat Atas Pasar

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:34

Pemerintah Kembali Kirim Bantuan ke NTT dan Kalimantan, dari Logistik hingga 500 Mesin Pompa Air

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:30

Sri Purwanti Bangun Bisnis Kuliner Halal Citarasa Nusantara di Taiwan

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:26

Rupiah Melemah, Sanksi Baru AS ke Iran jadi Biang Kerok

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:13

Prabowo Dorong Uji Coba Ubi Bombing untuk Atasi Karhutla

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:43

El Nino Sangat Kuat, Jangan Bakar Lahan untuk Land Clearing

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:42

Rumor 62,2 Persen Saham BYAN Warning bagi Pasar Modal

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:40

Pencemaran Berulang, DPR Desak Sumber Limbah Pencemar Kali Bekasi Diusut

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:40

Bioskop Jaksinema Hadir di Pasar Rumput, Tiket Cuma Rp15 Ribu

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:28

Selengkapnya