Berita

ilustrasi, illegal drilling

Bisnis

Negara Tekor, Awasi BUMD Yang Lakukan legal Drilling

SELASA, 30 SEPTEMBER 2014 | 08:02 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pengeboran minyak tanpa izin atau illegal drilling yang ma­rak akhir-akhir ini bakal men­datangkan kerugian dan kerusa­kan lingkungan yang parah apa­bila tidak secepatnya dintisipasi. Sebagai sebuah industri yang memberi pemasukan besar bagi negara, aparat penegakan hukum harus bergerak segera tanpa mesti menunggu delik aduan.

Pakar hukum pidana Universi­tas Islam Indonesia (UII), Yog­yakarta, Mudzakir mengatakan, penegakan hukum untuk illegal drilling tidak mesti menunggu kegiatan illegal drilling atau ille­gal tapping masuk sebagai keja­hatan extra ordinary. “Jika hu­kum administrasi sudah mene­tapkan bahwa kegiatan tersebut tidak sesuai, petugas negara yang ber­tu­gas dalam pengawasan atau pe­nindakan tersebut segera berge­rak, baik dalam melakukan pengawasan ataupun dalam pe­nindakan terhadap segala bentuk kegiatan yang menyalahi aturan,” ujarnya di Jakarta.

 Tanpa adanya respons tepat dan penegakan hukum, tambah Mu­dzakkir, pengelolaan sumber daya alam, khususnya minyak dan gas bumi tidak bisa memberi manfaat bagi negara dan masya­ra­kat. Le­bih dari itu, kegiatan illegal akan memberi dampak kerusakan yang besar bagi lingkungan.  


Kalau pun masyarakat, kope­rasi atau BUMD sudah mengan­tongi izin untuk  melakukan kegiatan eksploitasi minyak di sumur-sumur tua yang dinilai tidak ekonomis, kata dia, penga­wasan terhadap aktivitas mereka tetap dilakukan, sehingga tidak menyalahi kewenangan izin yang diberikan kepada mereka.

“Kalau menyalahi ketentuan, harus berani mengambil tindakan tegas,” katanya.

 Aktivitas pengeboran sumur minyak tanpa izin marak di ber­bagai daerah, terutama di Ka­bupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan. (Rakyat Mer­deka).

Di daerah tersebut, dari 1.500 sumur tua, sekitar 500 dieksploi­tasi secara ilegal.

Pengamat minyak dan gas bumi dari Reforminer Institute, Pri Agung Rahmanto mengata­kan ille­gal drilling merupakan masa­lah kriminal. Tidak bisa kegiatan kri­minal kemudian dikaitkan de­ngan masalah penge­lolaan sumur tua sehingga diperbolehkan atau dicari win-win solution.

“Persoalan tersebut, hanya bisa diatasi dengan  penegakan hu­kum yang tegas, penindakan dan pemberian hukuman yang berat tanpa pandang bulu,” te­gasnya. ***

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Siswa Sekolah Rakyat akan Dilatih 1.000 Taruna Akmil

Minggu, 05 Juli 2026 | 18:21

Jokowi Pilih Lampung sebagai Awal Safari karena Tanah Tak Bertuan

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:41

OTT Bupati Langkat Temukan 55 Keping Platinum Senilai Rp40 Miliar Lebih

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:16

Hampir 3.000 Orang Tewas, Venezuela Mulai Hentikan Operasi Pencarian Korban Gempa

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:07

Komedian Narji Bikin Khitanan Massal PSI Diserbu Anak-Anak

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:52

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Absen di Pemakaman Ayahnya

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:26

Sudah Ada Perpres, Pakar: Promosi LGBT di Medsos Bisa Berujung Pengadilan

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:13

PM Singapura Dijadwalkan Bertemu Presiden Prabowo Besok

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:08

Pemerintah Perkuat Literasi Siber Antisipasi Ancaman AI dan Hoaks

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:01

Daftar Lengkap 16 Negara yang Lolos ke Babak 16 Besar

Minggu, 05 Juli 2026 | 15:55

Selengkapnya