Ratusan warga Muslim menggelar aksi unjuk rasa mengecam tindakan barbar kelompok militan ISIS di Paris pada Jumat (26/9).
Aksi tersebut dilakukan di tengah hari berkabung nasional Perancis. Pada hari itu, seluruh bendera negara yang terkenal dengan ikon Menara Eiffel itu diturunkan setengah siang demi menghormati kematian seorang pendaki bernama Herve Gourdel pekan ini.
Kematian pria berusia 55 tahun itu menarik perhatian karena ia tewas dalam eksekusi yang dilakukan oleh kelompok militan yang berafiliasi dengan ISIS di Aljazair.
"Kami, Muslim Perancis, mengatakan 'Hentikan barbarisme. Hentikan terorisme," kepala Dewan Agama Islam Prancis, Dalil Boubakeur, di luar Masjid Raya Paris.
Ia juga menyebut aksi yang dilakukannya merupakan bentuk ekspresi dan harapannya demi persatuan nasional dan hidup berdampingan dengan damai.
"Islam adalah agama yang damai, yang mengajarkan untuk menghormati kehidupan," tandasnya dikutip
AFP.
Sebelumnya diketahui Gourdel diculik oleh kelompok militan yang berafiliasi dengan ISIS di Aljazair.
Menurut keterangan yang disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Perancis Laurent Fabius, Gourdel yang diculik pada Minggu (21/9) itu muncul dalam sebuah video bersama dengan dua orang pria bersenjata yang menutupi wajahnya dengan masker hitam. Mereka mengancam Perancis untuk tidak terlibat dengan serangan yang tengah dilakukan oleh Amerika Serikat kepada militan ISIS di Irak.
Dalam video tersebut, militan yang menyebut diri mereka berasal dari kelompok Jund al-Khilifa itu mengaku berafiliasi dengan ISIS. Mereka menyebut bahwa penculikan yang mereka lakukan adalah bentuk tindak lanjut dari seruan ISIS untuk melakukan serangan kepada warga asing yang berasal dari negara-negara yang mengambil bagian dari serangan terhadap ISIS di Irak.
Merasa tuntutannya tidak dipenuhi, mereka mengeksekusi Gourdel yang merupakan pendaki gunung dan fotografer itu.
[mel]