Berita

Dunia

Muslim Paris Kecam Eksekusi Terbaru ISIS

SABTU, 27 SEPTEMBER 2014 | 12:24 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Ratusan warga Muslim menggelar aksi unjuk rasa mengecam tindakan barbar kelompok militan ISIS di Paris pada Jumat (26/9).

Aksi tersebut dilakukan di tengah hari berkabung nasional Perancis. Pada hari itu, seluruh bendera negara yang terkenal dengan ikon Menara Eiffel itu diturunkan setengah siang demi menghormati kematian seorang pendaki bernama Herve Gourdel pekan ini.

Kematian pria berusia 55 tahun itu menarik perhatian karena ia tewas dalam eksekusi yang dilakukan oleh kelompok militan yang berafiliasi dengan ISIS di Aljazair.


"Kami, Muslim Perancis, mengatakan 'Hentikan barbarisme. Hentikan terorisme," kepala Dewan Agama Islam Prancis, Dalil Boubakeur, di luar Masjid Raya Paris.

Ia juga menyebut aksi yang dilakukannya merupakan bentuk ekspresi dan harapannya demi persatuan nasional dan hidup berdampingan dengan damai.

"Islam adalah agama yang damai, yang mengajarkan untuk menghormati kehidupan," tandasnya dikutip AFP.

Sebelumnya diketahui Gourdel diculik oleh kelompok militan yang berafiliasi dengan ISIS di Aljazair.

Menurut keterangan yang disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Perancis Laurent Fabius, Gourdel yang diculik pada Minggu (21/9) itu muncul dalam sebuah video bersama dengan dua orang pria bersenjata yang menutupi wajahnya dengan masker hitam. Mereka mengancam Perancis untuk tidak terlibat dengan serangan yang tengah dilakukan oleh Amerika Serikat kepada militan ISIS di Irak.

Dalam video tersebut, militan yang menyebut diri mereka berasal dari kelompok Jund al-Khilifa itu mengaku berafiliasi dengan ISIS. Mereka menyebut bahwa penculikan yang mereka lakukan adalah bentuk tindak lanjut dari seruan ISIS untuk melakukan serangan kepada warga asing yang berasal dari negara-negara yang mengambil bagian dari serangan terhadap ISIS di Irak.

Merasa tuntutannya tidak dipenuhi, mereka mengeksekusi Gourdel yang merupakan pendaki gunung dan fotografer itu. [mel]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya